Pemasangan Baliho Ucapan HUT Jokowi oleh Pemkot Solo Dikecam Gerindra

- Selasa, 23 Juni 2026 | 12:05 WIB
Pemasangan Baliho Ucapan HUT Jokowi oleh Pemkot Solo Dikecam Gerindra

Pemasangan baliho ucapan ulang tahun untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, oleh Pemerintah Kota Solo justru menuai kekecewaan dari Partai Gerindra Kota Solo. Baliho tersebut terpampang di sejumlah titik strategis di kota itu, salah satunya di Jalan dr. Wahidin, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, dengan menampilkan foto Jokowi yang tersenyum mengenakan kemeja putih.

Dalam baliho milik Pemerintah Kota Solo itu, tertulis jelas ucapan selamat ulang tahun ke-65 yang jatuh pada 21 Juni 2026. Di bagian atas foto, terpampang logo Pemerintah Kota Surakarta dan logo Kota Solo bertuliskan “The Spirit of Java.” Adapun narasi lengkap dalam baliho tersebut berbunyi, “Pemerintah Kota Surakarta mengucapkan 21 Juni 2026 Selamat Ulang Tahun ke-65 Bp. Ir. H. JOKO WIDODO PRESIDEN KE-7 RI.”

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Solo, Ardianto, mengaku menerima laporan dari sejumlah pihak mengenai pemasangan baliho tersebut. Menurutnya, setidaknya ada tujuh titik pemasangan yang seluruhnya menggunakan fasilitas milik Pemerintah Kota Surakarta.

“Saya dapat laporan dari beberapa rekan-rekan bahwa ada semacam ucapan dari beliaunya ada di beberapa, sekitar 7 titik, tapi semua pakai balihonya milik Pemkot Kota Surakarta,” kata Ardianto saat ditemui di Gedung DPRD Solo, Senin (22/6/2026).

Ardianto menduga bahwa pemasangan baliho tersebut merupakan bentuk kejutan dari Wali Kota Solo, Respati Ardi, untuk Jokowi. Meski demikian, ia menyayangkan langkah yang diambil oleh kepala daerah tersebut.

“Nah, itu kalau analisa saya mungkin Mas Wali anu ya, eh memberikan semacam apa ya, surprise atau apa, saya kurang begitu paham juga. Hm, padahal ya saya juga merasa cukup kecewa juga, selaku Ketua DPC (Gerindra),” ujarnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar