Hizbullah Klaim Hancurkan Tiga Tank Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Masih Berlangsung

- Jumat, 19 Juni 2026 | 10:50 WIB
Hizbullah Klaim Hancurkan Tiga Tank Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Masih Berlangsung

Kelompok Hizbullah mengklaim telah menghancurkan tiga tank tempur Israel dalam sebuah pertempuran yang masih berlangsung di Lebanon selatan. Klaim ini muncul hanya beberapa jam setelah media pemerintah Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel di wilayah tersebut menewaskan tiga orang.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (19/6/2026), Hizbullah menyatakan bahwa para pejuangnya menargetkan tiga tank Merkava dengan rudal berpemandu, yang mengakibatkan kehancuran dan kebakaran pada kendaraan lapis baja tersebut. Kelompok militan yang didukung Iran itu menjelaskan bahwa serangan terjadi ketika pasukan Israel yang terdiri dari satu peleton lapis baja dan satu peleton infanteri berusaha menyusup ke sisi utara perbukitan Ali al-Taher, sebuah lokasi strategis yang menghadap kota penting Nabatieh.

“Pertempuran masih berlangsung,” demikian bunyi pernyataan Hizbullah.

Insiden ini terjadi sehari setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani perjanjian damai untuk mengakhiri perang Timur Tengah di semua lini, termasuk di Lebanon. Namun, konflik bersenjata di lapangan tampaknya belum mereda meskipun telah ada kesepakatan tingkat tinggi tersebut.

Hizbullah, yang sejak lama menjadi aktor dominan di Lebanon selatan, menyeret negara itu ke dalam perang Timur Tengah pada Maret lalu. Kelompok tersebut menyerang Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Israel kemudian membalas dengan serangan besar-besaran di seluruh Lebanon dan melancarkan invasi darat ke wilayah selatan yang berbatasan langsung dengan Israel.

Sementara itu, ketegangan di lapangan terus berlanjut meskipun kesepakatan damai AS-Iran telah ditandatangani. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel mengenai klaim Hizbullah tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar