Ruben Onsu Keberatan dengan Daftar Nafkah Tak Lazim dari Sarwendah, Pertimbangkan Gugat Hak Asuh Anak

- Rabu, 10 Juni 2026 | 16:30 WIB
Ruben Onsu Keberatan dengan Daftar Nafkah Tak Lazim dari Sarwendah, Pertimbangkan Gugat Hak Asuh Anak

Konflik rumah tangga antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali memanas setelah munculnya daftar permintaan nafkah yang dinilai tidak lazim. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, baru-baru ini membagikan tangkapan layar percakapan yang memperlihatkan rincian pengeluaran yang diminta Sarwendah kepada mantan suaminya tersebut.

Dalam dokumen yang beredar, Sarwendah mencantumkan sejumlah pos pengeluaran yang mencakup kebutuhan rumah tangga hingga perawatan hewan peliharaan. Beberapa di antaranya adalah biaya untuk anjing dan sarang burung, gaji asisten rumah tangga, gaji sopir, tagihan kebersihan, serta tagihan listrik rumah. Meskipun Ruben Onsu telah menyanggupi untuk memberikan nafkah, sejumlah poin dalam daftar tersebut dinilai berlebihan dan tidak relevan dengan kebutuhan anak-anak mereka.

"Menurut kami ada yang memang sesuatu hal yang wajar seperti uang gedung, uang pokok anak. Lalu ada uang sarang burung, ada laundry, gaji driver, uang doggy, ada kebutuhan buah, uang kebersihan. Ini sebenarnya gaji para pekerja. Ini yang ditanggung Ruben bukan uang nafkah anak. Padahal yang seharusnya menjadi tanggung jawab Ruben kan anak," jelas Minola Sebayang.

Menurut Minola, keputusan Ruben Onsu untuk menunda pembayaran nafkah yang dianggap bukan kewajibannya merupakan langkah yang wajar. Ia juga mengungkapkan bahwa alasan Ruben sempat menghentikan pembayaran nafkah selama enam bulan terakhir karena tidak mendapat akses untuk bertemu dengan anak-anaknya.

"Ini sama seperti kebutuhan rumah tangga yang belum bercerai. Itu pun Ruben tidak mengeluh. Tapi apakah Ruben bisa bertemu dengan anaknya? Tidak. Dia berpikir 'saya dimintai bayar kewajiban untuk anak, tapi anaknya mana?'. Komunikasi aja susah," ujar Minola.

Sementara itu, Minola Sebayang juga mengungkapkan bahwa Ruben Onsu tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk mengambil hak asuh anak dari Sarwendah. Langkah ini ditempuh jika akses bertemu dengan kedua putrinya masih terus dipersulit. Ia berharap Sarwendah dapat bersikap kooperatif dan membuka akses bagi kliennya untuk bertemu serta menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar