Pertunjukan seni tradisional sisingaan di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, berakhir tragis setelah lima orang anggota rombongan tersengat aliran listrik saat menarik perangkat sound system. Insiden ini terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Mekarmukti, pada Selasa, 2 Juni 2026, dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia serta dua lainnya mengalami luka bakar.
Peristiwa nahas itu bermula ketika rombongan tengah mendorong gerobak sound system setinggi lebih dari dua meter. Pertunjukan berjalan lancar hingga tiba-tiba mereka tersetrum listrik. Para penarik sound system langsung tergelepar di jalan, membuat suasana yang semula meriah berubah menjadi kepanikan luar biasa.
Warga yang sedang menonton di pinggir jalan sontak berteriak histeris. Dalam rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial, terlihat beberapa korban tergeletak di aspal tanpa daya. “Ya Allah... ya Allah,” terdengar teriak warga dalam rekaman tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian. Dugaan sementara, korban tersengat aliran listrik dari kabel jaringan listrik yang berada di sekitar lokasi pertunjukan. Tidak ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai perkembangan penyelidikan.
Peristiwa ini menyoroti kembali risiko keselamatan dalam pertunjukan seni tradisional yang sering kali menggunakan peralatan elektronik di ruang publik tanpa pengawasan ketat terhadap infrastruktur kelistrikan. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memastikan peralatan serta lokasi pertunjukan memenuhi standar keamanan guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Bebaskan Denda dan Diskon 50 Persen Pokok Pajak Kendaraan untuk Warga
Bayi 7 Bulan Tewas Ditembak Tentara Israel di Tepi Barat, Orang Tua Luka-luka
PSSI Waspadai Mozambik Usai Timnas Indonesia Kalahkan Oman 3-0
Saleh Dorong Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Edukasi dan Penggerak Ekonomi UMKM