Peluru Nyasar Tembus Plafon Rumah di Ciracas, Hampir Kena Anak Pemilik

- Minggu, 24 Mei 2026 | 06:10 WIB
Peluru Nyasar Tembus Plafon Rumah di Ciracas, Hampir Kena Anak Pemilik

Sebuah insiden peluru nyasar yang menembus plafon rumah warga di Jalan Nurul Hidayah, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Hingga saat ini, petugas masih berupaya menelusuri asal-usul proyektil yang tiba-tiba masuk ke dalam hunian tersebut.

Kapolsek Ciracas Kompol Rohmad membenarkan peristiwa itu terjadi pada Rabu (20/5) sekitar pukul 09.50 WIB. Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Kerusakan yang ditimbulkan hanya berupa lubang pada plafon rumah milik Hamidah, sang pemilik rumah.

"(Atap) asbesnya aja (bolong)," ucapnya singkat.

Hamidah menuturkan kronologi kejadian yang hampir merenggut keselamatan anaknya. Saat itu, ia tengah bersantai bersama sang buah hati di ruang tengah. Hamidah duduk di sofa, sementara anaknya sedang berbaring di lantai. Tiba-tiba, mereka dikejutkan oleh suara ledakan yang mirip petasan.

"Awalnya kayak ledakan gitu, kayak petasan gitu-lah, nggak terlalu besar, nggak terlalu... eh kecil juga suaranya. Terus kaget. Cuma belum tahu ada peluru gitu. Pas itu saya lihat, kecil gitu pelurunya," terang Hamidah pada Sabtu (23/5/2026).

Setelah suara itu, Hamidah mulai mencari sumber bunyi. Pandangannya tertuju ke bagian atas rumah, dan di sanalah ia menemukan sebuah lubang kecil di plafon. Lubang itu diduga akibat tembusan peluru.

"Nah, setelah itu saya lihat, tahu-tahu dari sini (plafon) bolong gitu. Justru sudah berapa menit, sekian menit gitu, saya baru ngeh kalau ada bolong di sini," jelasnya.

Yang membuat situasi semakin mencekam, plafon yang tertembus itu berada tepat di atas kepala anaknya. Hamidah bersyukur peluru tidak jatuh mengenai bagian vital tubuh sang anak. Proyektil tersebut justru jatuh miring di samping kanan kaki anaknya.

"Posisi saya duduk sini. Jadi pelurunya di sini nih, di depan. Nah, di sini si adik nih bobok di sini. Cuma kepala, kepala di sini, kaki sebelah sini. Jadi persis di samping kaki si adik," ungkapnya.

Hamidah menambahkan, anaknya sempat mengalami ketakutan hebat setelah menyadari ada peluru nyasar di dekatnya. Seketika, bocah itu langsung memeluknya erat.

"(Kondisinya) sudah syok, sudah diam gitu. Mau ngomong apa bingung juga, karena si adik juga kan kasihan, dia ketakutan, terus dia langsung naik ke atas sofa, terus memeluk saya gitu," tutur Hamidah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar