Borneo FC Samarinda menghadapi laga penentuan musim ini saat menjamu Malut United FC pada pekan ke-34 atau pertandingan pamungkas BRI Super League 2025/2026, yang akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026) sore. Duel ini bukan sekadar partai biasa ia menjadi penentu nasib gelar juara bagi tuan rumah yang masih memburu posisi puncak klasemen.
Langkah Pesut Etam dalam perburuan gelar sempat tersendat setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga sebelumnya. Tambahan satu poin itu membuat Borneo FC kini tertinggal dua angka dari Persib Bandung di puncak klasemen, menyusul kemenangan krusial Maung Bandung atas PSM Makassar. Saat ini, Borneo FC tertahan di peringkat kedua dengan raihan 76 poin, membayangi Persib yang mengoleksi 78 poin. Situasi ini menjadikan laga pamungkas sebagai partai hidup-mati bagi tim kebanggaan Samarinda tersebut. Mereka wajib mengamankan kemenangan mutlak atas Malut United seraya berharap Persib terpeleset saat menghadapi Persijap sore nanti demi merebut mahkota juara.
Bermain di hadapan publik sendiri, armada asuhan Fabio Lefundes tentu mengusung ambisi besar untuk menutup kompetisi di depan para Pusamania dengan hasil yang klimaks.
“Pertandingan terakhir di musim ini, pertandingan terakhir di Samarinda, jadi kita mau kasih kado juga buat semua suporter yang akan hadir. Dan nanti kita lihat apa yang terjadi di pertandingan yang lainnya,” ujar pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes.
Optimisme tuan rumah kian membubung tinggi melihat rekam jejak mereka yang luar biasa. Borneo FC tercatat belum terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir sejak takluk dari Dewa United pada akhir Februari silam. Keangkeran Stadion Segiri pun masih terjaga dengan raihan mengesankan berupa 14 kemenangan dan hanya menelan satu kekalahan dari 16 laga kandang musim ini.
Di kubu tamu, Malut United juga datang ke Samarinda dengan motivasi yang tidak kalah membara. Sebagai tim promosi, Laskar Kie Raha masih berpeluang besar untuk mengakhiri musim debut mereka di jajaran empat besar, meski sempat tertahan imbang oleh Persita Tangerang pekan lalu yang membuat mereka gagal memetik poin penuh dalam dua laga beruntun. Malut United saat ini nangkring di peringkat kelima klasemen dengan raihan 53 poin, hanya terpaut dua angka dari Persebaya Surabaya di posisi keempat. Kemenangan atas Borneo FC otomatis akan membuka lebar peluang mereka menembus empat besar, dengan catatan Persebaya gagal mendulang poin penuh saat bersua Persik Kediri.
Namun, pelatih Malut United, Hendri Susilo, menyadari bahwa lawatan ke Samarinda kali ini akan menjadi ujian yang sangat berat. Selain harus menghadapi Borneo FC yang tengah berburu gelar juara, skuadnya juga datang dalam kondisi pincang akibat badai cedera dan akumulasi kartu yang menimpa sejumlah pilar penting.
“Kami membawa 16 pemain ke Samarinda karena ada beberapa yang cedera dan mendapatkan akumulasi kartu. Walau begitu, persiapan tim tetap berjalan baik dan semua pemain yang dibawa dalam keadaan siap untuk bermain,” tutur Hendri Susilo.
Kendati demikian, Laskar Kie Raha berhasil meraih dua kemenangan berturut-turut dalam dua pertemuan terakhir kedua tim di super league, yang membuat memutuskan tren negatif melawan Malut United menjadi misi Borneo dalam laga sore ini.
Berdasarkan catatan kompetisi, Malut United harus menghadapi kenyataan pahit seiring badai absennya pilar-pilar penting. Nama-nama andalan seperti Lucas Cardoso Soares, Yakob Sayuri, Yance Sayuri, dan Wbeymar Angulo Mosquera dipastikan absen lantaran harus menjalani sanksi akumulasi kartu. Penderitaan tim tamu kian bertambah setelah pelatih Hendri Susilo mengonfirmasi bahwa Alan Jose dan Tyronne del Pino masih dibekap cedera panjang, Ciro Alves mengalami masalah kebugaran, serta Igor Inocencio yang harus absen karena urusan keluarga.
Kendati melawat dengan kekuatan yang sangat terbatas, Laskar Kie Raha masih menyimpan kartu as mematikan dalam diri David da Silva. Predator gol asal Brasil tersebut saat ini memimpin jalur perburuan gelar pencetak gol terbanyak musim ini setelah sukses mengoleksi 23 gol dari 32 pertandingan hingga pekan ke-33.
“Saya akan berusaha menampilkan permainan terbaik di lapangan dan membantu tim meraih hasil maksimal. Malut United memilih saya sebagai penyerang dan tugas seorang penyerang adalah mencetak gol,” kata David da Silva.
Secara historis, Borneo FC dan Malut United baru bertemu tiga kali di kompetisi resmi. Dari tiga pertemuan tersebut, Malut United lebih unggul dengan dua kemenangan, sedangkan Borneo FC baru meraih satu kemenangan. Rekap pertemuan terakhir kedua tim mencatat: pada 28 Desember 2025, Malut United menang 3-2 atas Borneo FC Samarinda; pada 10 Februari 2025, Malut United menang 3-0 atas Borneo FC Samarinda; dan pada 17 September 2024, Borneo FC Samarinda menang 1-0 atas Malut United FC.
Statistik pertemuan ini tentu menjadi bumbu penyedap yang membuat jalannya laga di Stadion Segiri sore nanti kian menarik. Borneo FC diunggulkan lewat motivasi memburu gelar juara dan rekor kandang mereka yang luar biasa tangguh. Namun di sisi lain, Malut United memiliki modal psikologis yang sangat kuat setelah dua kali menjadi momok menakutkan bagi sang tuan rumah. Alhasil, laga penutup ini bukan sekadar penentu takhta bagi Pesut Etam, melainkan juga misi pembuktian untuk mematahkan dominasi tim tamu.
Artikel Terkait
700 Personel dan 150 Motor Diamankan saat Amankan Nobar Persib di Cianjur
Presiden Prabowo Tinjau Panen Raya Tambak Udang di Kebumen, Sebut Produktivitasnya Capai Level Dunia
Prabowo Klaim Swasembada Beras, Jagung, dan Protein Hewani Tercapai dalam 19 Bulan Pemerintahan
Dishub DKI Apresiasi Anak-Anak yang Hadang Motor di Trotoar, Imbau Tetap Utamakan Keselamatan