Ledakan Gas di Tambora Hancurkan Satu Rumah, Seorang Lansia Dilarikan ke RS

- Jumat, 22 Mei 2026 | 16:45 WIB
Ledakan Gas di Tambora Hancurkan Satu Rumah, Seorang Lansia Dilarikan ke RS

Ledakan keras mengguncang sebuah rumah di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Jumat dini hari, diduga akibat kebocoran tabung gas elpiji 12 kilogram. Peristiwa nahas itu terjadi tepat saat pemilik rumah bersiap menyalakan kompor untuk memasak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menjelaskan insiden berlangsung di Jalan Raya Tambora 2 Nomor 43, Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, sekitar pukul 05.10 WIB. “Menurut keterangan di lapangan, saat pemilik rumah hendak memasak dan menyalakan kompor gas, terjadi ledakan yang diduga akibat kebocoran tabung gas 12 kilogram,” ujar Maruli saat dikonfirmasi pada Jumat (22/5/2026).

Akibat ledakan tersebut, satu unit rumah mengalami kerusakan berat. BPBD mencatat sebanyak satu kepala keluarga dengan total empat jiwa terdampak langsung dalam kejadian ini. “Objek kejadian merupakan tabung gas. Dampaknya satu rumah rusak berat, dengan penghuni satu KK berjumlah empat jiwa, terdiri dari tiga orang dewasa dan satu anak,” tambahnya.

Pemilik rumah yang bernama Xin Cue Cang (72) menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia mengalami sesak napas usai ledakan dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. “Korban atas nama Xin Cue Cang (72) mengalami sesak napas dan telah dibawa ke RS Tarakan,” kata Maruli.

Sementara itu, BPBD memperkirakan kerugian material akibat peristiwa ini mencapai sekitar Rp500 juta. Untuk sementara waktu, para korban terdampak memilih mengungsi ke rumah sanak saudara mereka.

Maruli menambahkan, situasi di lokasi kini telah ditangani oleh sejumlah pihak terkait. Unsur yang turun ke lapangan antara lain BPBD DKI Jakarta, pemadam kebakaran, aparat kelurahan, kepolisian, hingga unsur TNI. “Penyebab sementara diduga kebocoran tabung gas 12 kilogram. Situasi saat ini sudah ditangani pihak terkait,” pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar