Transjakarta mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan pramusapa yang diduga terlibat dalam insiden tabrakan dua unit bus di area Depo Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Keputusan ini diambil bersamaan dengan dimulainya investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan secara menyeluruh. “Saat ini, kami sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden tersebut. Sebagai langkah tegas, pramusapa yang diduga terlibat telah dinonaktifkan dari seluruh ekosistem Transjakarta terhitung sejak hari kejadian,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Menurut Ayu, kedua bus yang terlibat dalam insiden tersebut sedang tidak dalam kondisi melayani penumpang. Akibat tabrakan itu, salah satu armada mengalami kerusakan pada bagian bodi dan kaca. “Kami memastikan bahwa saat insiden terjadi, kedua bus sedang tidak dalam pelayanan. Oleh karena itu, tidak ada pelanggan di dalam bus, serta tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini,” jelasnya.
Meskipun tidak menimbulkan korban, Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Perusahaan menjadikan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan standar keselamatan operasional ke depannya.
Artikel Terkait
Singapura Kukuh di Puncak, Jakarta Tertinggal Jauh dalam Daftar Rata-Rata Gaji Tertinggi ASEAN 2026
Wamendagri Dorong Sensus Orang Asli Papua untuk Ketepatan Program dan Anggaran
Kebakaran di Dapur SPPG Bogor Akibat Bocoran Tabung Gas, Karyawan Lempar Tabung ke Luar Ruangan
Presiden Dinilai Perlu Rumuskan Kembali Haluan Strategis Bangsa di Tengah Krisis Global