Narasi-narasi liar soal KUHP dan KUHAP baru terus bergulir di media sosial. Pemerintah pun angkat bicara, berusaha meluruskan berbagai isu yang dinilai menyesatkan itu. Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej atau yang akrab disapa Eddy, dengan tegas membantahnya. Menurutnya, justru sebaliknya, KUHAP baru ini malah memberikan kepastian hukum yang lebih baik.
Memang, belakangan ramai dibicarakan bahwa aturan baru tersebut punya dampak negatif. Katanya, aturan yang lama justru lebih kuat. Eddy tak menampik ada kekhawatiran di masyarakat, salah satunya tentang kewenangan polisi yang dianggap terlalu luas dalam KUHAP baru.
“Kan muncul di media, bahwa ini polisi superpower, polisi tidak bisa dikontrol,” ujarnya.
“Siapa bilang polisi tidak bisa dikontrol? Dengan KUHAP baru ini kontrolnya sangat ketat,” tegas Eddy dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
Di sisi lain, Eddy juga menjabarkan soal mekanisme koordinasi antara penyidik dan penuntut umum. Inilah poin kuncinya. Dulu, dengan aturan lama, sering terjadi apa yang dia sebut sebagai ‘saling sandera perkara’. Kasus bisa bolak-balik, tak kunjung selesai, dan akhirnya membuat hukum jadi tak pasti.
Artikel Terkait
Satpam di Surabaya Bobol TK Tempatnya Bekerja, Curi Rp43 Juta
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen