Tabrakan Beruntun di Stasiun Bekasi: KRL dan Argo Bromo Anggrek Terlibat Kecelakaan, Belasan Tewas

- Kamis, 21 Mei 2026 | 15:30 WIB
Tabrakan Beruntun di Stasiun Bekasi: KRL dan Argo Bromo Anggrek Terlibat Kecelakaan, Belasan Tewas

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan kronologi detail peristiwa tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi yang mengakibatkan belasan korban jiwa. Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan bahwa rangkaian kejadian tragis itu dipicu oleh insiden awal yang melibatkan sebuah taksi mogok di tengah rel.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026). Ia merinci, peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 20.48 WIB, ketika sebuah taksi berwarna hijau mengalami mati mesin dan berhenti tepat di atas rel. Pada saat yang sama, Kereta Api 5181B dengan relasi Cikarang–Jakarta melintas dan tidak dapat menghindar hingga akhirnya menyerempet kendaraan tersebut.

“Sebuah taksi mogok di tengah rel. KA 5181B Cikarang-Jakarta pukul 20.48 melintas dan kemudian terjadi temperan dengan taksi tersebut,” ujar Dudy saat memaparkan kronologi di hadapan anggota dewan.

Insiden temperan itu, menurut Dudy, sontak menarik perhatian warga di sekitar stasiun. Kerumunan pun terbentuk di lokasi kejadian, dengan banyak orang berdatangan untuk menyaksikan situasi tersebut. Situasi ini terjadi bertepatan dengan kedatangan KRL 5568A yang sudah mengalami keterlambatan delapan menit dari jadwal semestinya. Kereta tersebut tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB.

“Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut. KA 5568A sudah terlambat 8 menit, diberangkatkan 20.45. 20.49 KA KRL Jakarta-Cikarang 5568A sampai atau tiba di Stasiun Bekasi Timur,” jelasnya.

Dudy melanjutkan, masinis KRL 5568A telah membunyikan klakson sebagai tanda akan segera meninggalkan stasiun. Namun, pergerakan kereta tersebut terhambat karena kerumunan warga yang memadati area sekitar rel. Kereta sempat berjalan perlahan, tetapi akhirnya terpaksa berhenti total karena jalur di depannya dipenuhi orang-orang yang masih menyaksikan bekas tabrakan pertama.

“Ini ada KRL yang di belakang, Pak, di bel, ini adalah KA KRL 5568A tiba 20.49 di Stasiun Bekasi Timur sudah terlambat 9 menit. Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, pada pukul 20.51 WIB, Kereta Api Argo Bromo Anggrek melintas di Stasiun Bekasi dengan kecepatan 108 kilometer per jam. Dudy menyebutkan, kereta jarak jauh itu tiba tiga menit lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Tanpa sempat mengurangi laju secara signifikan, pada pukul 20.52 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL 5568A yang masih terhenti akibat kerumunan.

“Selanjutnya, Kereta Api Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam. Tumburan terjadi pada jam 20.52,” imbuh Dudy.

Menteri Perhubungan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru mengambil kesimpulan dan memilih untuk menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia berjanji akan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan secara independen, profesional, dan transparan.

“Selanjutnya, Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan,” tutupnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar