Polisi Bantah Video Pria Berdarah di Jakarta Barat Akibat Begal, Ungkap Motif Asmara

- Kamis, 21 Mei 2026 | 12:15 WIB
Polisi Bantah Video Pria Berdarah di Jakarta Barat Akibat Begal, Ungkap Motif Asmara

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang pria dalam kondisi terluka parah di Jalan Tomang Utara I, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Dalam rekaman tersebut, korban tampak dengan kepala berlumuran darah dan langsung dikaitkan oleh warganet sebagai korban aksi pembegalan. Peristiwa itu disebut terjadi pada Rabu (20/5) tengah malam dan memicu kehebohan di jagat maya.

Namun, penyelidikan awal kepolisian membantah narasi yang beredar. Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan Polres Metro Jakarta Barat, AKP Alexander Tengbunan, membenarkan adanya peristiwa pembacokan terhadap pria tersebut. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa insiden itu bukanlah aksi pembegalan seperti yang banyak diasumsikan publik.

“Benar ada kejadian pembacokan, namun bukan pembegalan. Indikasi awal karena adanya persoalan pribadi antara korban dan pelaku yang diduga dipicu masalah asmara,” kata Alexander kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Menurut keterangan polisi, motif di balik aksi kekerasan itu lebih mengarah pada dendam pribadi. Korban sendiri mengaku tengah memiliki konflik dengan seseorang yang diduga kuat sebagai pelaku. “Dugaan motif dendam pribadi tersebut diperkuat dari keterangan awal korban kepada pihak kepolisian sesaat setelah kejadian. Korban mengaku memang tengah memiliki konflik pribadi dengan seseorang yang diduga sebagai pelaku pembacokan,” jelasnya.

Di sisi lain, polisi memastikan tidak ada barang berharga milik korban yang hilang atau dirampas dalam peristiwa tersebut. Hal ini sekaligus mengeliminasi dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau begal. “Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di RS Sumber Waras akibat luka bacok di bagian kepala,” ujar Alexander.

Sementara itu, berdasarkan keterangan korban, pihak kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku. Proses pengejaran kini tengah dilakukan untuk segera mengungkap kasus tersebut secara tuntas. Dalam kesempatan yang sama, polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyimpulkan sebuah peristiwa sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. “Hal ini penting agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tutupnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar