Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Pesugihan di Gunung Kawi, Sebut Video Syuting Podcast Horor

- Selasa, 19 Mei 2026 | 14:00 WIB
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Pesugihan di Gunung Kawi, Sebut Video Syuting Podcast Horor

Nama Sarwendah mendadak menjadi sorotan publik setelah beredar tuduhan bahwa ia terlibat dalam praktik pesugihan di Gunung Kawi. Tuduhan tersebut bermula dari sebuah video yang memperlihatkan istri Ruben Onsu itu tengah berada di lokasi yang dikenal sebagai tempat ritual tertentu. Namun, kuasa hukum Sarwendah dengan tegas membantah seluruh tudingan tersebut dan memberikan klarifikasi mengenai latar belakang pembuatan video itu.

Simon Abraham, selaku kuasa hukum Sarwendah, menjelaskan bahwa video yang beredar luas di media sosial itu sebenarnya diambil saat proses syuting podcast bersama Jordi Onsu. Ia menegaskan bahwa momen tersebut tidak ada kaitannya dengan praktik pesugihan seperti yang dituduhkan. "Menanggapi pemberitaan yang viral beberapa hari ini terkait dengan adanya nama klien kami disebut pesugihan di Gunung Kawi ya. Jadi perlu kami luruskan bahwa yang terjadi sebenarnya pada saat itu, sudah cukup lama video itu, kira-kira 2021, 2022 lah. Jadi pada saat itu memang ada syuting di podcast Kakak Beradik," ujar Simon Abraham dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube Cumicumi.

Simon Abraham menambahkan bahwa podcast tersebut mengusung tema horor, sehingga Gunung Kawi dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar. "Podcast, jadi memang temanya horor. Jadi memang ada pengambilan gambar dan video di sana. Ini pemberitaan-pemberitaan yang sebenarnya mungkin niatnya menghibur awalnya ya, tapi dengan viral seperti ini cukup merugikan klien kami namanya disebut-sebut. Ini kan fitnah berarti ya," sambungnya.

Sementara itu, kuasa hukum Sarwendah lainnya, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa tuduhan pesugihan sangat bertolak belakang dengan karakter dan kebiasaan kliennya. Menurut Chris, Sarwendah dikenal sebagai pekerja keras yang banting tulang dari pagi hingga malam untuk mencari nafkah. "Klien kami ini kalau dibilang pesugihan itu bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh klien kami. Klien kami itu kalau bisa dilihat dia bekerja dari pagi sampai malam, bertolak belakang dengan pesugihan. Pesugihan orang nggak usah kerja tiba-tiba datang semua tuh," tegas Chris Sam Siwu.

Chris juga menekankan bahwa Sarwendah, yang merupakan ibu tiga anak, memiliki prinsip kuat bahwa kekayaan hanya dapat diperoleh melalui kerja keras, bukan dengan cara-cara instan. Pihak kuasa hukum saat ini tengah mempelajari video-video yang beredar untuk menilai dampak hukumnya. "Tidak menutup kemungkinan mereka akan menempuh jalur hukum jika tudingan tersebut kian menyebar," ujar Chris Sam Siwu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar