Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada 20 Mei mendatang akan diwarnai oleh dominasi cuaca berawan hingga hujan ringan di sebagian besar wilayah Indonesia, menurut prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir, terutama pada rentang siang hingga malam hari.
Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun Instagram resmi @infobmkg, yang merilis prakiraan cuaca untuk kota-kota besar di Indonesia pada Rabu, 20 Mei 2026. Secara umum, kondisi atmosfer di berbagai daerah tidak menunjukkan tanda-tanda cuaca ekstrem yang meluas. Namun, beberapa titik tetap berpotensi mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan dalam waktu singkat.
Di wilayah Sumatera, sejumlah kota seperti Banda Aceh diprediksi akan diguyur hujan ringan pada dini hari, kemudian berubah menjadi hujan disertai petir di pagi hari sebelum akhirnya berawan tebal pada siang dan malam. Sementara itu, Medan dan Pekanbaru diperkirakan mengalami hujan ringan pada siang hingga malam, dengan kondisi pagi yang relatif berawan. Padang dan Batam, di sisi lain, diprakirakan akan diguyur hujan ringan secara merata sepanjang hari.
Kondisi berbeda terlihat di Pangkal Pinang, yang diprediksi cerah berawan sejak dini hari hingga siang, sebelum berubah menjadi berawan pada malam hari. Bandar Lampung justru perlu waspada terhadap kabut dan asap di pagi hari, yang kemudian berpotensi berubah menjadi hujan petir pada siang dan malam.
Di Pulau Jawa, Jakarta Pusat diprakirakan cerah berawan pada dini dan pagi hari, namun udara kabur diperkirakan menyelimuti siang hari sebelum hujan ringan turun pada malam. Bandung dan Semarang diprediksi berawan sejak dini hari, dengan hujan ringan menyusul di Bandung pada siang hingga malam. Yogyakarta akan mengalami udara kabur di pagi hari, berawan tebal di siang, dan hujan ringan pada malam hingga dini hari. Surabaya, sementara itu, diperkirakan diselimuti udara kabur pada dini dan siang hari, dengan kondisi berawan di pagi dan malam.
Di wilayah Kalimantan, Pontianak dan Banjarmasin diprakirakan didominasi awan tebal sepanjang hari. Palangkaraya juga berada dalam kondisi berawan tanpa hujan yang signifikan. Tarakan, sebaliknya, perlu mewaspadai hujan sedang pada dini hari sebelum berangsur cerah berawan di siang dan kembali hujan ringan pada malam.
Pulau Sulawesi mencatat variasi cuaca yang cukup beragam. Makassar dan Palu diprediksi mengalami hujan ringan pada dini hari, berawan tebal di pagi, hujan ringan di siang, dan kembali berawan tebal pada malam. Kendari akan diselimuti kabut atau asap pada dini dan malam hari, dengan hujan ringan di pagi dan siang. Manado dan Gorontalo juga diprakirakan mengalami pola serupa dengan dominasi awan tebal dan hujan ringan.
Di kawasan Indonesia Timur, Ambon diprediksi diguyur hujan ringan secara konsisten dari dini hari hingga malam. Jayapura dan Manokwari akan didominasi kondisi berawan dengan hujan ringan di siang hari. Sorong dan Ternate juga diperkirakan mengalami hujan ringan pada siang hari setelah berawan tebal di pagi. Sementara itu, Merauke diprakirakan berawan sepanjang hari dengan hujan ringan hanya pada dini hari.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi cuaca di wilayah masing-masing sebelum beraktivitas, terutama bagi mereka yang memiliki rencana perjalanan atau kegiatan di luar ruangan. Langkah antisipatif ini dinilai penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan selama momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Artikel Terkait
Bayi Perempuan Ditemukan di Belakang Rumah Warga Anyer, Pelaku Ibu Kandung dan Nenek
Haluancorp Luncurkan Platform ERP Lokal dengan Konsep Augmented Intelligence untuk Kurangi Ketergantungan pada Teknologi Asing
Lemhanas Ajak Peserta P3N ke Rupbasan KPK untuk Perkuat Integritas dan Perangi Korupsi
Dedi Mulyadi Temukan Pedagang Pasar Cicadas Raup Rp40 Ribu Per Hari, Sarankan Beralih Jadi Petugas Kebersihan