Garudayaksa FC mulai menunjukkan ambisi besarnya jelang debut di Super League 2026/2027 dengan membidik pemain tim nasional Indonesia, Witan Sulaeman, dari Persija Jakarta. Klub promosi itu dikabarkan serius membajak winger berusia 24 tahun tersebut dalam sebuah manuver yang langsung memanaskan bursa transfer. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Garudayaksa FC tidak ingin sekadar menjadi pelengkap di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kabar ketertarikan terhadap Witan Sulaeman pertama kali diungkap oleh sebuah akun media sosial yang membahas sepak bola Indonesia pada Senin (4/5/2026). Peluang Garudayaksa FC untuk mendapatkan tanda tangan pemain timnas itu dinilai cukup terbuka. Kontrak Witan bersama Persija Jakarta dikabarkan akan berakhir pada 31 Mei 2026, sehingga ia berpotensi didatangkan secara gratis jika tidak mencapai kesepakatan baru dengan Macan Kemayoran.
Minimnya menit bermain reguler di Persija Jakarta menjadi faktor lain yang bisa dimanfaatkan Garudayaksa FC. Situasi itu dapat menjadi daya tarik bagi Witan untuk mencari tantangan baru di klub yang tengah membangun skuad dari awal. Jika berhasil direkrut, kehadirannya akan menjadi pilar penting bagi tim promosi tersebut.
Tak berhenti di Witan Sulaeman, Garudayaksa FC juga disebut ikut memburu gelandang muda Persis Solo, Zanadin Fariz. Nama Zanadin sebelumnya lebih dulu dikaitkan dengan Persija Jakarta. Namun, di tengah upaya Persija mengamankan tanda tangan sang gelandang, Garudayaksa FC justru ikut masuk dalam persaingan.
Kontrak Zanadin Fariz bersama Persis Solo juga akan berakhir pada akhir musim ini, sehingga membuka peluang transfer gratis. Masuknya Garudayaksa FC dipastikan membuat persaingan mendapatkan pemain berusia 21 tahun itu semakin sengit. Terlebih, situasi Persis Solo yang terancam degradasi ke Liga 2 bisa memengaruhi masa depan pemain muda tersebut.
Sementara itu, PSS Sleman juga mulai bergerak agresif membangun skuad untuk musim depan. Klub berjuluk Super Elja itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan pemain asal Niger, Latif Blessing. Pemain berusia 29 tahun tersebut saat ini memperkuat klub divisi dua Amerika Serikat, Lexington SC.
Rumor transfer itu diungkap oleh sebuah akun media sosial pada Rabu (13/5/2026). Peluang transfer Latif Blessing ke PSS Sleman dinilai cukup besar karena kontraknya bersama Lexington SC disebut akan berakhir pada November 2026. Dengan nilai pasar yang ditaksir mencapai Rp5,21 miliar, proses negosiasi transfer diyakini tidak terlalu rumit.
Pergerakan agresif Garudayaksa FC dan PSS Sleman menjadi sinyal bahwa persaingan Super League 2026/2027 diprediksi semakin ketat. Klub-klub mulai berburu pemain lokal berkualitas hingga legiun asing demi memperkuat skuad sejak awal bursa transfer. Garudayaksa FC secara khusus mulai menunjukkan ambisi besar meski baru promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Jika berhasil merekrut pemain seperti Witan Sulaeman atau Zanadin Fariz, klub tersebut bisa menjadi salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan musim depan.
Artikel Terkait
Manchester City Taklukkan Chelsea 1-0 di Final, Rebut Gelar Piala FA 2025/2026
Stroke Tak Lagi Milik Lansia: Pria 38 Tahun Alami Serangan Tanpa Sadar, Baru Terdiagnosis Setelah 3 Bulan
HBKB di HR Rasuna Said Ditiadakan 17 Mei, Kembali Digelar Juni 2026
Polisi Tetapkan Pemuda MR sebagai Tersangka Penodongan dan Pelindasan Mahasiswi Unpad di Sumedang