Bursa Efek Indonesia akhirnya membuka kembali suspensi untuk tiga saham. Pengumuman resmi dari BEI keluar pada Selasa (23/12/2025), mencabut penghentian perdagangan untuk PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), dan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS). Ketiganya bisa kembali diperdagangkan mulai sesi pertama hari itu.
Namun begitu, kembalinya ketiga saham ini bukan tanpa syarat. Karena telah disuspensi lebih dari satu hari berturut-turut, mereka otomatis masuk ke dalam papan pemantauan khusus. Artinya, perdagangan untuk DOOH, NINE, dan INPS kini mengikuti mekanisme full-call auction atau FCA.
Latar belakang suspensi masing-masing saham cukup beragam. DOOH, misalnya, dikunci oleh Bursa sejak tanggal 12 Desember lalu. Penyebabnya? Aksi beli yang mendorong sahamnya melesat 25 persen dan menyentuh auto reject atas (ARA). Sebelum digembok, harga terakhir DOOH berada di level Rp360 per lembar – sebuah level yang mencerminkan kenaikan fantastis sebesar 65,14 persen hanya dalam sebulan.
Nasib serupa dialami NINE, meski dengan durasi yang jauh lebih panjang. Saham ini terakhir kali diperdagangkan pada akhir Agustus, tepatnya sejak 29 Agustus setelah juga mencetak ARA di harga Rp310. Kalau dilihat dari awal tahun, performa NINE sebenarnya luar biasa, dengan keuntungan yang sudah menembus 140,31 persen.
Di sisi lain, INPS baru sehari menjalani suspensi. Saham ini sebelumnya sudah berada di Papan FCA dan sempat ‘panas’ dengan catatan menarik: mencetak ARA selama sepekan penuh. Rata-rata, kenaikan hariannya di atas 9,4 persen. Akumulasinya, dalam seminggu INPS naik 43,93 persen, dan dalam sebulan melambung 66,49 persen.
Dengan dibukanya suspensi ini, pasar kini akan menguji ketahanan ketiga saham tersebut di bawah skema FCA. Apakah momentum kenaikan akan berlanjut atau justru meredup? Semuanya kembali ke tangan investor.
Artikel Terkait
BCA Sekuritas Prediksi 2026: Dunia di Era Great Reset AI, Dihantui Ketegangan Geopolitik
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39% di Kuartal IV-2025, Tertinggi Sepanjang Tahun
IHSG Terpangkas 1,15% Usai Moodys Turunkan Outlook Utang Indonesia
Saham TUGU Tunjukkan Ketahanan dan Pulih Lebih Cepat dari Gejolak MSCI