Tiga WNI Terjebak di Socotra Akhirnya Dievakuasi Setelah Berhari-hari Terisolasi

- Minggu, 11 Januari 2026 | 12:45 WIB
Tiga WNI Terjebak di Socotra Akhirnya Dievakuasi Setelah Berhari-hari Terisolasi

Setelah berhari-hari terisolasi di tengah ketegangan konflik, akhirnya ada kabar baik. Tiga warga Indonesia yang terjebak di Pulau Socotra, Yaman, berhasil dievakuasi. Mereka kini dalam keadaan aman.

Konflik antara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok separatis di Yaman sempat memutus akses dari pulau terpencil itu. Sejak akhir Desember lalu, ketiga WNI itu nyaris tak punya jalan keluar.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengonfirmasi kabar ini lewat sebuah video pernyataan pada Minggu (11/1/2026).

"Telah berhasil mengevakuasi tiga WNI yang sejak akhir Desember lalu tertahan di Pulau Sokotra, Yaman akibat keterbatasan akses menuju wilayah tersebut,"

Menurutnya, proses evakuasi ini melibatkan kerja sama yang cukup rumit. Tak cuma mengerahkan seluruh perwakilan Indonesia di Timur Tengah seperti KBRI Muscat, Riyadh, dan Abu Dhabi, plus KJRI Jeddah tim juga mesti berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan Yaman.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Pada Jumat (9/1), ketiganya sudah bisa dibawa keluar dari Socotra. Mereka diterbangkan ke Jeddah untuk transit sebelum nantinya pulang ke Indonesia.

"Ketiga WNI tersebut dalam kondisi yang baik,"

Nabyl menegaskan kondisi mereka baik-baik saja. Padahal, sebelumnya situasi sempat mencemaskan. Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, sempat menyebut bahwa komunikasi terakhir menunjukkan mereka sehat dan aman, meski terperangkap di zona rawan.

Di sisi lain, Kemlu kembali mengingatkan. Buat warga yang punya rencana bepergian ke luar negeri, khususnya ke daerah rawan konflik, harus benar-benar memperhatikan perkembangan situasi. Ikuti imbauan dari pemerintah, jangan anggap sepele.

Kisah tiga WNI ini mungkin berakhir baik. Tapi ia jadi pengingat: di belahan dunia lain, situasi bisa berubah drastis dalam sekejap.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar