Mensos Gus Ipul Ajak Kiai Madura Sukseskan Pemutakhiran Data Sosial dan Program Sekolah Rakyat

- Minggu, 10 Mei 2026 | 17:55 WIB
Mensos Gus Ipul Ajak Kiai Madura Sukseskan Pemutakhiran Data Sosial dan Program Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak para pengasuh pondok pesantren di kawasan Madura Raya untuk turut serta menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam pemutakhiran data sosial dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ajakan tersebut disampaikan dalam Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden yang digelar di Auditorium UIN Madura, Pamekasan, Jawa Timur, pada hari Minggu.

“Saya ingin mengajak para kiai sekalian untuk ikut memutakhirkan data. Ini proses pemutakhiran data. Kalau kiai punya santri, santri punya informasi, silakan dimasukkan ke sistem data yang kami punya,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang diterima media.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menekankan pentingnya data yang akurat sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan program sosial. Menurutnya, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus dilakukan secara cermat agar bantuan tepat sasaran. Ia mengapresiasi Kabupaten Pamekasan yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap kelengkapan data.

“Alhamdulillah, Pamekasan termasuk kabupaten yang peduli terhadap data,” katanya.

Gus Ipul menjelaskan bahwa pemutakhiran data dapat dilakukan melalui dua jalur. Pertama, jalur formal yang dimulai dari RT/RW, lurah atau kepala desa, kemudian dilanjutkan ke dinas sosial kabupaten/kota dan provinsi, hingga ditetapkan oleh kepala daerah. Kedua, jalur partisipasi yang dapat diakses oleh siapa pun melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping sosial, Command Center, maupun WhatsApp Center.

Di sisi lain, Gus Ipul juga meminta dukungan para pengasuh pondok pesantren untuk mendampingi penyelenggaraan program Sekolah Rakyat, khususnya di Pulau Madura. Ia berharap program ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mendapat sentuhan moral dan spiritual dari para kiai.

“Kami mohon doa restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Pulau Madura. Kami mohon didampingi, diberi saran, kritik, dan masukan,” ungkapnya.

Gus Ipul menambahkan, ia ingin para kiai turut memperkuat pendidikan agama di Sekolah Rakyat, terutama melalui pembinaan karakter siswa di asrama. Ia membayangkan para ustadz atau pengajar agama dapat mengisi kegiatan pembinaan secara bergantian.

“Ke depan saya ingin para kiai untuk bisa memperkuat di boarding school. Boarding-nya ini pembinaan karakter, dan insya Allah secara bergantian, ustadz-ustadz pendidik yang ditunjuk bisa mengisi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyebut kegiatan ini sebagai momentum kolaborasi nyata dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa keberhasilan program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat bergantung pada satu hal fundamental, yaitu data yang valid.

“Kita semua memahami bahwa keberhasilan program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat sangat bergantung pada data yang valid, adil, dan mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan,” kata Kholilurrahman.

Kedatangan Gus Ipul di lokasi acara pada pukul 09.37 WIB disambut dengan penampilan gabungan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan. Para siswa menampilkan hadroh, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pidato, paduan suara, hingga puisi. Para guru juga ikut unjuk kebolehan dengan simulasi model pembelajaran digital menggunakan papan pintar.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pengasuh pondok pesantren se-Madura Raya, camat, lurah, kepala desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), operator data desa, hingga perwakilan lembaga kesejahteraan sosial. Turut hadir Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Rektor UIN Madura Saiful Hadi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pamekasan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Madura Raya, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar