Penggerebekan di sebuah gedung kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, mengungkap praktik judi online yang melibatkan 321 warga negara asing (WNA). Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya berhasil menangkap para pelaku yang tengah menjalankan operasional situs judi lintas negara. Dari lokasi, aparat menyita sejumlah mata uang asing dalam berbagai pecahan, mulai dari rupiah hingga dolar.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, dalam konferensi pers di lokasi penangkapan pada Sabtu (9/5/2026), mengungkapkan bahwa uang tunai dalam denominasi rupiah yang diamankan mencapai sekitar Rp1,9 miliar. “Untuk nominal uang sebenarnya sudah ada, untuk uang rupiah juga ada. Ini berbagai macam mata uang. Nanti perinciannya mungkin akan kita sampaikan lebih lanjut,” ujarnya.
Selain rupiah, polisi juga menyita uang tunai sebesar 10.210 dolar Amerika Serikat dan 53,82 juta Dong Vietnam. Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci lebih lanjut asal negara dari mata uang dolar tersebut. “Tapi yang pasti uang rupiah ini diperkirakan sekitar 1,9 sekian miliar yang ada. Kemudian pecahan uang, ada uang Vietnam 53,82 juta, kemudian pecahan dolar itu sebanyak 10.210, itu dari pecahan uang yang berhasil kami sita,” kata Wira.
Para pelaku yang ditangkap terdiri dari 57 WNA asal Tiongkok, 228 WNA Vietnam, 11 WNA Laos, 13 WNA Myanmar, 3 WNA Malaysia, 5 WNA Thailand, dan 3 WNA Kamboja. Mereka ditangkap dalam keadaan tertangkap tangan saat menjalankan aktivitas perjudian secara digital. “Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online,” jelas Wira.
Dalam pengungkapan ini, polisi menemukan praktik judi online yang berjalan secara terstruktur dan memanfaatkan sarana elektronik lintas negara. Berbagai barang bukti turut diamankan, antara lain brankas, paspor, telepon genggam, laptop, komputer, serta uang tunai dari berbagai negara. Seluruh barang bukti tersebut kini tengah didalami untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Artikel Terkait
Prabowo Temukan Puskesmas di Pulau Miangas Tak Pernah Direnovasi Sejak Era Soeharto, Perintahkan Perbaikan Segera
UMY Tawarkan Kerja Sama Akademik dengan Institut Kepausan Vatikan untuk Perkaya Studi Islam di Asia
Polisi Kawal Ketat Pemulangan Jenazah Korban Kecelakaan Maut Bus ALS ke Tegal
Polisi Bekuk 321 WNA di Penggerebekan Judi Online Jakarta Barat, Pengelola Gedung Turut Diperiksa