Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Gasifikasi Batu Bara Jadi DME Andalan

- Rabu, 29 April 2026 | 14:15 WIB
Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Gasifikasi Batu Bara Jadi DME Andalan

Penulis: Fityan


TVRINews – Cilacap, Jawa Tengah

Groundbreaking Proyek DME Tanjung Enim: Mengubah Wajah Industri Tambang Indonesia.

Rabu, 29 April 2026, jadi hari yang cukup sibuk di Cilacap. Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai pembangunan atau dalam istilah teknisnya, groundbreaking 13 proyek hilirisasi fase kedua. Total investasinya? Rp116 triliun. Angka yang bikin melongo, memang.

Proyek sebesar ini, kata pemerintah, bakal jadi pilar transformasi ekonomi. Idenya sederhana: jangan cuma jual bahan mentah, tapi olah dulu biar nilainya naik. Tapi ya, urusan di lapangan pasti nggak semudah di atas kertas.

Acara peresmiannya sendiri cukup meriah. Setelah sambutan, Presiden Prabowo menekan bel sirine sebagai tanda. Di sampingnya, tampak sederet pejabat tinggi: Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Dirut Pertamina Simon Alysius Mantiri. Mereka semua kompak hadir.

Uniknya, seremoni ini juga dilakukan secara virtual. Ada sambungan langsung ke beberapa lokasi proyek strategis lainnya. Salah satu yang paling krusial? Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Di sanalah salah satu proyek terbesar akan dibangun.

Batu Bara Disulap Jadi Energi Mandiri

Nah, soal Tanjung Enim ini menarik. Proyek utamanya adalah gasifikasi batu bara jadi Dimethyl Ether, atau DME. Ini bukan proyek kecil-kecilan. Bayangkan, 7 juta ton batu bara kalori rendah per tahun bakal diubah jadi 1,4 juta ton DME.

Angka itu setara dengan 1 juta ton LPG. Artinya, impor energi kita bisa ditekan. Lumayan, kan? Proyek ini juga hasil kerja sama tiga BUMN besar: MIND ID, PT Bukit Asam, dan Pertamina. Sinergi yang cukup ambisius, menurut saya.

Menuju Ekonomi yang Lebih Berdikari

Di sisi lain, pemerintah sudah memasukkan 13 proyek ini ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan investasi Rp116 triliun, harapannya defisit transaksi berjalan bisa diperbaiki. Caranya? Lewat substitusi impor dan penciptaan lapangan kerja baru di daerah.

Kehadiran Presiden Prabowo bersama jajaran kabinet dan pimpinan institusi investasi strategis dalam acara ini, menurut saya, menunjukkan satu hal: komitmen. Pemerintah benar-benar ingin menggeser paradigma ekonomi. Dari sekadar pengekspor bahan mentah, menjadi negara industri yang berbasis energi bersih dan berkelanjutan.

Tapi ya, kita lihat saja nanti bagaimana realisasinya di lapangan. Semoga saja nggak cuma seremoni dan wacana.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar