Ribuan mahasiswa yang memadati kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, akhirnya membubarkan diri setelah menyampaikan orasi dan membacakan sejumlah tuntutan. Aksi yang berlangsung sejak siang hari itu berakhir menjelang petang, dengan massa bergerak meninggalkan lokasi menuju arah Kuningan. Pantauan di lapangan menunjukkan proses pembubaran berlangsung tertib dan terkendali.
Prosesi pembubaran massa mulai terlihat sekitar pukul 17.40 WIB. Para mahasiswa secara bertahap meninggalkan titik konsentrasi mereka di sepanjang Jalan Sudirman. Setelah massa benar-benar menjauh, arus lalu lintas di ruas jalan protokol tersebut, khususnya dari arah Bundaran HI, kembali dibuka untuk kendaraan umum. Meskipun demikian, volume kendaraan yang sempat tertahan menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.
Sebelum membubarkan diri, para demonstran menyampaikan apa yang mereka sebut sebagai “11 Tuntutan Khusus” dalam orasi yang berlangsung di tengah pengawalan ketat aparat kepolisian. Kehadiran polisi terlihat mengawal jalannya aksi hingga massa benar-benar bubar, memastikan tidak terjadi gesekan di lapangan.
Sementara itu, aksi serupa tidak hanya terpusat di Dukuh Atas. Kelompok mahasiswa lainnya juga menggelar demonstrasi di sejumlah titik strategis di Jakarta, seperti di sekitar gerbang belakang gedung DPR, kawasan Patung Kuda, dan gerbang depan gedung DPR. Di lokasi Patung Kuda, perwakilan massa bahkan terlihat memasuki area kantor Wakil Presiden untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Di sisi lain, massa yang berdemo di gerbang depan dan belakang gedung DPR telah lebih dulu membubarkan diri. Sama seperti di Dukuh Atas, mereka mengakhiri aksi setelah menyampaikan orasi. Hingga berita ini diturunkan, situasi di seluruh titik lokasi demonstrasi dilaporkan kembali kondusif.
Artikel Terkait
KPK Limpahkan Berkas Tiga Pejabat Bea Cukai Tersangka Korupsi Impor ke Pengadilan
Trader Saham Nekat Rencanakan Penculikan Kakek 70 Tahun di PIK karena Cinta Tak Direstui
KPK Periksa Dirjen Minerba ESDM Terkait Data Produksi Batu Bara Kasus Rita Widyasari
DPRD Banten Desak Pemprov Segera Pulihkan Kelebihan Bayar Proyek Daerah Rp5,2 Miliar