Ribuan Mahasiswa Bubarkan Diri dari Dukuh Atas, Sampaikan 11 Tuntutan Khusus

- Senin, 15 Juni 2026 | 18:35 WIB
Ribuan Mahasiswa Bubarkan Diri dari Dukuh Atas, Sampaikan 11 Tuntutan Khusus

Ribuan mahasiswa yang memadati kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, akhirnya membubarkan diri setelah menyampaikan orasi dan membacakan sejumlah tuntutan. Aksi yang berlangsung sejak siang hari itu berakhir menjelang petang, dengan massa bergerak meninggalkan lokasi menuju arah Kuningan. Pantauan di lapangan menunjukkan proses pembubaran berlangsung tertib dan terkendali.

Prosesi pembubaran massa mulai terlihat sekitar pukul 17.40 WIB. Para mahasiswa secara bertahap meninggalkan titik konsentrasi mereka di sepanjang Jalan Sudirman. Setelah massa benar-benar menjauh, arus lalu lintas di ruas jalan protokol tersebut, khususnya dari arah Bundaran HI, kembali dibuka untuk kendaraan umum. Meskipun demikian, volume kendaraan yang sempat tertahan menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.

Sebelum membubarkan diri, para demonstran menyampaikan apa yang mereka sebut sebagai “11 Tuntutan Khusus” dalam orasi yang berlangsung di tengah pengawalan ketat aparat kepolisian. Kehadiran polisi terlihat mengawal jalannya aksi hingga massa benar-benar bubar, memastikan tidak terjadi gesekan di lapangan.

Sementara itu, aksi serupa tidak hanya terpusat di Dukuh Atas. Kelompok mahasiswa lainnya juga menggelar demonstrasi di sejumlah titik strategis di Jakarta, seperti di sekitar gerbang belakang gedung DPR, kawasan Patung Kuda, dan gerbang depan gedung DPR. Di lokasi Patung Kuda, perwakilan massa bahkan terlihat memasuki area kantor Wakil Presiden untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Di sisi lain, massa yang berdemo di gerbang depan dan belakang gedung DPR telah lebih dulu membubarkan diri. Sama seperti di Dukuh Atas, mereka mengakhiri aksi setelah menyampaikan orasi. Hingga berita ini diturunkan, situasi di seluruh titik lokasi demonstrasi dilaporkan kembali kondusif.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar