Jakarta Membangun bisnis kuliner hingga jadi franchise itu bukan cuma soal buka cabang di mana-mana. Ada proses panjang yang harus dilalui. Mulai dari ngerti detail usaha sampai bikin sistem yang siap dijalanin orang lain. Gak bisa instan.
Daniel, pengusaha di balik Mie Ayam Bintang, jadi contoh nyata. Ia ngebuktiin kalau usaha sesederhana mi ayam pun bisa tumbuh gede asalkan fondasinya kuat. Menurut dia, scale up bisnis gak harus dimulai dari langkah besar, kayak langsung buka banyak cabang. Justru sebaliknya: pertumbuhan dimulai dari memahami setiap detail kecil, dan pastiin semuanya beres.
Pengalaman dari usaha keluarga bikin Daniel sadar, kualitas bahan baku, konsistensi rasa, sampai operasional harian itu kunci utama. Semua harus rapi. Gak ada yang boleh dilewatin.
Nah, berikut lima cara scale up bisnis UMKM yang bisa dipelajari dari cerita Daniel:
1. Pahami dulu masalah nyata di balik peluang usaha
Langkah pertama yang penting banget adalah ngerti persoalan nyata di lapangan. Daniel lihat banyak orang tertarik buka mi ayam karena pasarnya jelas. Tapi, gak semua siap menjalankannya. Kadang mereka cuma lihat peluang, lupa sama tantangan.
2. Uji model bisnis sendiri sebelum memperluas usaha
Sebelum nawarin kemitraan, Daniel milih ngelola cabang Mie Ayam Bintang miliknya sendiri dulu. Ini jadi tempat uji coba konsep. Ia terlibat langsung: dari meracik produk, ngatur alur kerja, sampai ngelola stok bahan baku.
Fase trial and error ini penting banget, katanya. Soalnya, sistem usaha gak bisa dibagikan ke orang lain sebelum bener-bener teruji di lapangan. Kalau belum mantap, jangan dipaksain.
3. Bangun sistem usaha yang bisa direplikasi
Setelah nemu formula yang lebih konsisten, Daniel mulai buka peluang kemitraan. Tapi, ia gak sekadar jual nama. Ia siapin kebutuhan usaha secara lengkap biar mitra bisa langsung fokus jualan, tanpa harus mulai dari nol.
Dengan cara ini, Mie Ayam Bintang gak cuma berkembang sebagai bisnis. Lebih dari itu, ia jadi sistem yang membuka ruang tumbuh bagi sesama UMKM. Lumayan, kan?
4. Rapikan operasional dengan digitalisasi
Begitu bisnis mulai berkembang, Daniel sadar pengelolaan usaha harus lebih rapi dan praktis. Dulu, ia catat transaksi secara manual. Tapi sekarang? Ia pake DANA Bisnis buat bantu operasional sehari-hari.
Laporan transaksi digital bikin ia bisa pantau pemasukan lebih akurat. Cash flow tetap lancar. Saldo pun bisa dimanfaatin buat kebutuhan operasional. Buat Daniel, digitalisasi itu bagian penting terutama kalau usaha mau tumbuh lebih teratur.
5. Jaga konsistensi saat bisnis mulai bertumbuh
Menurut Daniel, scale up bukan cuma soal nambah cabang atau mitra. Yang lebih penting, jaga kualitas pengelolaan tetap konsisten. Ia gak cuma nerapin sistem di cabang sendiri, tapi juga merekomendasikannya ke seluruh mitra Mie Ayam Bintang.
Saat ini, ia ngelola 13 mitra waralaba dan lima cabang mandiri. Tersebar di Jakarta dan luar kota. Dalam setiap kerja sama, penggunaan sistem pembayaran digital termasuk DANA Bisnis udah jadi bagian dari fondasi operasional sejak awal. Gak bisa ditawar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
RS Polri Identifikasi 10 dari 15 Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Danantara Pastikan Merger Tujuh BUMN Karya Rampung 2026, Fokus Divestasi Aset Non-Inti Lebih Dulu
Dubes Tiongkok Sebut Buku Xi Jinping Jadi Jendela Baru bagi Publik Indonesia
Keluarga Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Berdatangan ke RS Polri, Harapkan Kepastian Identifikasi