Liputan6.com, Jakarta - Proses evakuasi di lokasi kecelakaan kereta Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, ternyata masih berlangsung hingga Selasa pagi (28/4/2026). Pantauan di lapangan menunjukkan, petugas belum juga berhenti bekerja.
Mereka adalah gabungan dari berbagai instansi. Ada PT KAI, Polisi, TNI, Basarnas, dan Pemadam Kebakaran. Semua bahu-membahu. Salah satu yang berhasil dilakukan? Memisahkan lokomotif yang sebelumnya menghantam gerbong wanita KRL. Pekerjaan yang tidak mudah, jelas butuh waktu dan tenaga ekstra.
Di sisi lain, halaman stasiun juga masih dipadati ambulans. Semuanya siaga. Ini antisipasi kalau-kalau ada penanganan lanjutan yang mendadak diperlukan. Aktivitas petugas sendiri terlihat intens sejak malam hingga pagi. Tujuannya satu: memastikan semua proses evakuasi aman dan lancar. Tidak ada yang mau ambil risiko.
Namun begitu, ada pemandangan lain yang tak kalah mengharukan. Sejumlah keluarga korban masih setia menunggu di lokasi. Mereka datang dengan harapan, ingin mendapat kepastian tentang nasib orang-orang tercinta. Suasana haru jelas terasa. Bahkan, ada beberapa yang tak kuasa menahan tangis. Histeris, saat mengetahui keluarganya menjadi korban dalam insiden ini.
Hingga pagi ini, data terakhir mencatat total korban luka-luka sebanyak 81 orang. Angka yang cukup besar, memang.
Menanggapi hal ini, PT KAI bergerak cepat. Mereka membuka posko pengaduan. Letaknya di halaman depan stasiun, mudah dijangkau. Posko ini khusus melayani keluarga korban yang ingin mencari informasi. Jadi, bagi yang masih bingung atau cemas, bisa langsung datang ke sana.
Artikel Terkait
KAI Batalkan 19 Perjalanan Kereta dari Gambir dan Pasar Senen Imbas Insiden di Bekasi Timur
Kecelakaan Kereta di Bekasi, KAI Daop 5 Purwokerto Batalkan Sejumlah Perjalanan
Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Perintahkan Investigasi dan Penanganan 1.800 Perlintasan
Taksi Listrik Mogok di Rel, Tabrakan Kereta di Bekasi Tewaskan 14 Orang