Tujuh Korban Perempuan Masih Terjepit di Gerbong KRL Usai Tabrakan di Bekasi Timur, Tim Evakuasi Berjibaku

- Selasa, 28 April 2026 | 03:40 WIB
Tujuh Korban Perempuan Masih Terjepit di Gerbong KRL Usai Tabrakan di Bekasi Timur, Tim Evakuasi Berjibaku
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa manusia yang natural, sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Basarnas mengonfirmasi, tujuh korban yang masih terjepit di dalam gerbong KRL usai tabrakan dengan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, masih dalam keadaan hidup. Semua korban adalah perempuan.

“Masih ada beberapa korban yang masih dinyatakan hidup, namun kondisinya masih dalam kondisi terjepit,” ujar Kepala Basarnas, M Syafii, di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2026). “Sehingga kita akan berupaya untuk secepat mungkin bisa memisahkan antara logam-logam yang menjepit dan kita bisa evakuasi korban.”

Proses evakuasi sendiri masih berlangsung. Timnya, kata Syafii, masih sibuk memotong bagian gerbong untuk membuka akses. Ia pun belum bisa memastikan berapa total jumlah korban yang ada.

“Jadi yang ada di permukaan yang terlihat sementara masih ada 7 korban yang kita akan evakuasi,” jelasnya. “Untuk total korban tentunya akan kita tuntaskan nanti. Bahwa antara himpitan dari lokomotif dan dua gerbong ini mudah-mudahan bisa kita selesaikan sehingga kita tahu persis semua korban bisa kita evakuasi.”

Menariknya, semua korban yang terlihat secara fisik adalah perempuan. “Karena ini gerbong (perempuan),” tambah Syafii singkat.

Di sisi lain, tim medis terus bersiaga. Mereka tidak tinggal diam. Para korban yang masih terjepit itu khususnya bagian kaki mendapatkan penanganan langsung di tempat.

“Dan sekarang langsung dalam penanganan medis,” kata Syafii. “Sehingga pada saat mereka mengalami rasa sakit berlebihan, diberikan tindakan medis untuk mengurangi rasa sakit. Karena memang kondisi khususnya kaki dalam posisi terjepit.”

Sebelumnya, pihak KAI juga angkat bicara. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan kronologi awal kejadian. Menurut dia, KRL yang menjadi korban tabrak itu sebenarnya sedang berhenti. Penyebabnya? Sebuah taksi.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal,” ujar Franoto saat dihubungi, Senin (27/4). “Yang membuat KRL-nya terhenti.”

Setelah berhenti, nahas, kereta dari arah belakang melaju. “KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” imbuhnya. Tabrakan pun tak terhindarkan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar