Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur Masih Berlangsung

- Senin, 27 April 2026 | 23:30 WIB
Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur Masih Berlangsung
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa manusia, sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Proses evakuasi di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung sampai malam ini. Korban tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line terus berdatangan, atau lebih tepatnya, terus dibawa keluar. Petugas sibuk bolak-balik, menggotong korban pakai tandu dari dalam stasiun menuju ambulans yang sudah berjejer di luar.

Dari pantauan di lokasi, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 23.14 WIB, suasana memang masih terlihat kacau tapi terorganisir. Tim dari PMI, polisi, TNI, dan relawan bahu-membahu. Beberapa korban yang sempat terlihat saat dibawa ke ambulans masih sadar, meskipun kondisi mereka lemas. Ada yang hanya bisa terbaring diam, ada juga yang matanya masih terbuka, melirik ke sekeliling.

Di sisi lain, polisi juga terus melakukan sterilisasi area. Tujuannya jelas, biar proses evakuasi nggak terganggu. Tapi warga sekitar, ya, masih banyak yang penasaran. Mereka berdiri di luar pagar stasiun, ada yang sibuk merekam, ada juga yang cuma melongo. Suasana ramai, tapi bukan keramaian yang biasa.

Tabrakannya sendiri cukup keras. Saking kerasnya, sampai-sampai KA jarak jauh itu menembus gerbong KRL yang sedang berhenti. Bisa dibayangkan, kan, betapa dahsyatnya benturan itu. Peristiwa ini terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Menurut sebuah video yang beredar di YouTube, awalnya perjalanan KA Argo Bromo tampak normal. Lancar, tanpa hambatan. Tapi tiba-tiba, tabrakan keras terjadi. Perekam video itu sempat kaget, lalu memutuskan keluar dari kereta. Dari luar, baru kelihatan jelas: Argo Bromo sudah menabrak KRL yang sedang berhenti di peron.

Dalam tayangan yang sama, terlihat jelas bagian gerbong belakang KRL hancur. Rusak parah. Logamnya penyok, kacanya pecah. Pemandangan yang cukup mengerikan, sejujurnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar