KRL Tertabrak KA Argo Bromo di Bekasi, Penumpang Panik Pecahkan Kaca Gerbong

- Senin, 27 April 2026 | 23:15 WIB
KRL Tertabrak KA Argo Bromo di Bekasi, Penumpang Panik Pecahkan Kaca Gerbong

Jakarta Suasana di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, tiba-tiba berubah jadi mencekam. Tabrakan antara Kereta Api Jarak Jauh dan KRL Commuter Line bikin penumpang kalang kabut. Ada yang sampai nekat memecahkan kaca gerbong demi bisa selamat.

Salah satu penumpang, Rendi Pangestu, baru saja pulang kerja. Ia naik KRL dari arah Manggarai, Jakarta Selatan. Saat kejadian, tubuhnya terpental keras. “Saya ngobrol sama kakek-kakek, baru dua kalimat saya lontarkan tiba-tiba guncangan terjadi ditabrak kereta,” ujarnya saat dihubungi, Senin (27/4/2026).

Menurut Rendi, tabrakannya terasa begitu kencang. “Saya rasa kenceng banget itu. Kayaknya yang berada di 4-5 gerbong itu sampai mental. Gimana yang paling belakang,” tambahnya.

Setelah benturan, listrik langsung padam. Pintu KRL otomatis tertutup rapat. Di dalam, suasana makin panik. Rendi dan penumpang lain berusaha memecahkan kaca untuk kabur. “Dari situ lampu semua mati, pintu langsung otomatis ketutup. Orang yang di luar itu bantu kita buat paksa buka pintunya. Ada yang pecahin kaca, semua kita keluarin,” jelasnya.

Di peron, pemandangan kacau balau. Banyak penumpang berlarian, ada yang terluka parah. “Waktu di luar itu banyak yang kepalanya bocor, mungkin terbentur tiang bangku atau kaca. Ada ibu-ibu, bapak-bapak, kayaknya sampai ada yang kepalanya ketutup atau apa. Banyak yang tiduran lemes, syok mungkin. Ada yang cedera karena mental,” tutur Rendi.

Gerbong paling belakang, kata dia, hancur tak berbentuk. Penumpang di lokasi saling bantu, berjibaku mengeluarkan korban dari reruntuhan. “Gerbong paling belakang remuk parah, hancur. Orang semua teriak-teriak, suruh cari ambulans, saling bantu satu sama lain. Itu sulit banget yang belakang karena gerbongnya bener-bener hancur. Kayaknya perlu bantuan alat karena itu pasti keras,” imbuhnya.

Di sisi lain, pihak KAI akhirnya buka suara. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, KRL yang ditabrak sedang berhenti setelah tertemper taksi. “Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal. Yang membuat KRL-nya terhenti,” kata Franoto saat dihubungi, Senin (27/4/2026).

Setelah berhenti, nahasnya, KA Argo Bromo melaju dari belakang dan tak bisa menghindar. “KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung. Tim gabungan dari Basarnas dan kepolisian terus berupaya menangani korban dan mengamankan lokasi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar