PRT Lompat dari Lantai 4 demi Kabur dari Majikan Sadis, Satu Tewas

- Senin, 27 April 2026 | 16:40 WIB
PRT Lompat dari Lantai 4 demi Kabur dari Majikan Sadis, Satu Tewas
Dua orang pekerja rumah tangga sebut saja R (15) dan D (30) nekat melompat dari kamar kos majikan mereka di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Peristiwa itu berujung tragis: R tewas di tempat. Kini polisi tengah mendalami kemungkinan adanya penyekapan hingga tindak pidana perdagangan orang di balik kasus ini. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, penyelidikan masih berjalan. “Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana yang ada. Pasal yang diterapkan antara lain terkait penyekapan, TPPO, dan eksploitasi terhadap anak,” ujarnya kepada wartawan, Senin (27/4/2026). Di sisi lain, polisi sudah mengamankan rekaman CCTV dan hasil autopsi korban. Sembilan saksi sudah diperiksa termasuk PRT yang selamat, juga sang majikan. Budi menambahkan, “Pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi meliputi pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, dan saksi-saksi lainnya. Termasuk juga korban yang selamat.” Kejadian ini sendiri berlangsung pada Rabu malam, 22 April. R (15) tewas dalam insiden itu, sementara D (30) selamat meski mengalami luka-luka. Dari penyelidikan sementara, alasan mereka nekat melompat sederhana saja: tak betah bekerja. “Untuk informasi sementara, orang itu katanya nggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan, gitu aja,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, Kamis (23/4). Namun begitu, polisi terus menggali keterangan lebih dalam dari PRT yang selamat. Ia mengaku majikannya sadis dan itulah yang membuat mereka tak betah. “Mereka itu nggak betah karena majikannya sadis gitu, atau sadis katanya. Sadis itu nggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Nggak ngomong suka disiksa, tapi galak,” jelas Roby.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar