RANS Simba Bogor Dibantai Pelita Jaya 58-87, Pelatih Kecewa Berat

- Senin, 27 April 2026 | 02:45 WIB
RANS Simba Bogor Dibantai Pelita Jaya 58-87, Pelatih Kecewa Berat

Jakarta – Pelatih RANS Simba Bogor, Antonius Joko Endratmo, nggak menutup-nutupi kekecewaannya. Timnya, katanya, main jauh di bawah standar. Kalah telak 58-87 dari Pelita Jaya Jakarta di IBL, itu jelas bukan hasil yang diharapkan.

Pertandingan Minggu (26/4) malam di GMSB, Jakarta, sebenarnya diawali cukup menjanjikan. Kuarter pertama? Masih oke. Tapi, begitu masuk kuarter kedua, semuanya berantakan. Menurut Antonius, masalah utamanya ada di konsistensi. Pemain gagal menjaga ritme permainan.

“Kami memulai dengan bagus di kuarter pertama, cuma kami kalah telak di kuarter kedua,” ujarnya. “Ditambah lagi, kami susah banget menembus pertahanan Pelita Jaya.”

Di awal-awal, Kenyon Joseph Buffen dan kawan-kawan masih bisa memberikan perlawanan. Selisih poin masih kompetitif. Tapi, ceritanya berubah drastis begitu kuarter kedua bergulir. Pelita Jaya, yang main di kandang sendiri, tampil dominan. Pertahanan mereka rapat, bikin pemain RANS kehilangan ritme serangan. Skor pun sulit dikejar.

Tekanan di kuarter kedua itu benar-benar jadi titik balik. Pelita Jaya menggila mereka mencetak 33 angka. Sementara RANS? Cuma tiga poin. Tiga poin saja. Bayangkan, selisihnya langsung menganga lebar. Meski di kuarter ketiga dan keempat performa agak membaik, ketertinggalan sudah terlalu jauh. Upaya bangkit pun mentok.

“Ke depan, kami harus perbaiki persentase tembakan,” tegas mantan pebasket nasional itu. “Itu salah satu faktor utama kekalahan kami hari ini.”

Di sisi lain, Antonius tetap kasih apresiasi. Beberapa pemain pelapis, kayak Daniel Salamena, dinilainya kasih dampak positif meski cuma main beberapa menit. Ia berharap kontribusi semacam itu bisa jadi modal buat bangkit di laga-laga selanjutnya. Percaya diri dan efektivitas penyelesaian akhir, kata dia, harus segera diperbaiki.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar