Bandar Lampung Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, kembali menyoroti soal bantuan sosial. Bukan tanpa alasan. Menurutnya, masalah utama ada di data penerima yang belum sepenuhnya mutakhir. Ini disampaikannya saat kunjungan kerja di Bandar Lampung, belum lama ini.
Pernyataan itu muncul setelah rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Badan Pusat Statistik (BPS). Di situ, Mensos mengakui masih ada penerima bansos yang meleset sasaran. Ya, masih banyak yang belum tepat.
Menurut dia, penyebab utamanya sederhana: data yang belum diperbarui secara optimal. Makanya, selama setahun terakhir, Kementerian Sosial terus melakukan konsolidasi. Pembenahan data dilakukan bertahap. Tidak bisa instan, katanya.
Langkah yang diambil? Salah satunya mengalihkan bantuan dari penerima yang sudah tidak layak ke mereka yang lebih berhak. Proses ini bagian dari upaya mengejar efektivitas dan ketepatan sasaran bansos.
Di sisi lain, Mensos juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah. Sampai ke tingkat paling bawah sekalipun, seperti RT dan RW. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor jadi kunci. Tanpa itu, akurasi data sulit tercapai.
“Harapannya ke depan kita bisa mengaktifkan secara bersama-sama, terutama kolaborasi antara pemerintah daerah sampai tingkat desa, RT, dan RW, agar menghasilkan data yang benar-benar akurat,” ujar Mensos.
Ngomong-ngomong soal pembenahan, pemerintah juga mengembangkan digitalisasi bansos. Ini semacam instrumen perbaikan berbasis data. Programnya sudah diuji coba di sejumlah daerah. Rencananya, bakal diperluas ke puluhan kabupaten dan kota di Indonesia.
Lewat sistem digital itu, masyarakat bisa ngecek status penerima bansos. Bahkan, bisa mengajukan usulan atau sanggahan. Harapannya, transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial makin meningkat.
Pemerintah menegaskan, perbaikan sistem bansos bakal terus dilakukan. Prinsipnya: kejujuran, keterbukaan, dan kolaborasi semua pihak. Bukan cuma slogan, katanya.
Artikel Terkait
KPK Periksa Bupati Muara Enim Nonaktif Edison sebagai Tersangka Suap Pengaturan Temuan BPK
AS Serang Target Militer Iran, CENTCOM Sebut sebagai Bentuk Bela Diri
Harga Emas di Pegadaian Turun Serentak, UBS Paling Dalam Rp54.000 per Gram
Dari Desa ke Kampus: Perjalanan Anak Pedesaan Menembus Batas Akses dan Budaya demi Pendidikan Tinggi