Calon Haji Pacitan Hias Koper dengan Pita dan Stiker Demi Mudah Dikenali di Tanah Suci

- Minggu, 26 April 2026 | 16:45 WIB
Calon Haji Pacitan Hias Koper dengan Pita dan Stiker Demi Mudah Dikenali di Tanah Suci

Pacitan – Suasana di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sedikit berbeda pagi itu. Para calon jemaah haji tampak sibuk, bukan cuma mengecek dokumen, tapi juga menghias koper mereka. Ada yang mengikatkan pita warna-warni, menempelkan boneka kecil, atau sekadar melilitkan kain di gagang koper. Semua dilakukan dengan satu tujuan: supaya kopernya gampang dikenali nanti di Tanah Suci.

Plt Kepala Kantor Kemenhaj Pacitan, Marjuni, bilang pihaknya tidak mewajibkan atau melarang hal ini. "Tidak ada imbauan khusus, tetapi itu inisiatif jemaah untuk memudahkan mengenali koper saat di Tanah Suci," katanya, Minggu, 26 April 2026.

Menurut dia, penanda tambahan itu sah-sah saja. Asalkan, jangan sampai nutupin identitas resmi yang sudah dipasang petugas. Soalnya, proses distribusi koper di hotel nanti itu massal. Bayangin aja, ratusan koper datang bersamaan. Kalau semuanya seragam, bisa pusing sendiri nyarinya.

"Kalau sudah diberi tanda sejak dari tanah air, akan lebih mudah saat pengambilan koper di hotel masing-masing," ujarnya lagi.

Pagi itu, total 274 calon jemaah haji asal Pacitan sudah mengumpulkan koper bagasi mereka. Prosesnya dimulai sejak subuh. Dan memang, mayoritas koper sudah dihias dengan berbagai macam penanda. Ada yang pakai pita merah muda, ada yang tempelin stiker karakter kartun, bahkan ada yang gantungin gantungan kunci besar biar keliatan mencolok.

Marjuni juga mengingatkan soal berat koper. Batas maksimalnya 32 kilogram. Semua koper ditimbang dulu sebelum dikirim ke embarkasi. Kalau ada yang kelebihan, ya harus dikurangi. "Jemaah kami edukasi untuk menyesuaikan isi koper agar tidak melampaui batas," tegasnya.

Sejauh ini, kabar baiknya, seluruh koper jemaah masih dalam batas aman. Tidak ada yang perlu dikurangi. Semoga saja kelancaran ini terus berlanjut sampai mereka tiba di Tanah Suci.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar