Belu, NTT Sabtu lalu, 25 April 2026, suasana di Politeknik Ben Mboi, Universitas Pertahanan RI, sedikit berbeda. Bukan sekadar kuliah biasa, tapi ada program BNPP MENYALA yang digelar di sana. Singkatannya: Menyapa Langsung Mahasiswa. Acaranya dikemas dalam bentuk kuliah umum interaktif, dan yang hadir cukup ramai.
Acara dibuka oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Nurdin. Ia langsung unjuk gigi memaparkan soal rumitnya urusan batas wilayah NKRI. Menurut dia, Indonesia punya perbatasan laut dengan sepuluh negara, plus perbatasan darat dengan tiga negara. Bayangkan, itu butuh tata kelola yang nggak main-main. Harus kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan, katanya.
“Tanpa ekonomi yang maju dan produktivitas yang tinggi, kesejahteraan akan lama kita capai,” ujar Nurdin di Belu, seperti dikutip keesokan harinya, Minggu, 26 April 2026. Ia lalu menambahkan, “Karena itu, membangun perbatasan berarti membangun ekonomi rakyatnya.”
Nah, ini poin yang ditekankan Nurdin: pembangunan perbatasan bukan cuma soal jaga kedaulatan. Lebih dari itu, ini instrumen buat ningkatin kesejahteraan warga di sana. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar. Katanya, pergerakan orang dan barang di PLBN Terpadu terus meningkat itu tanda ekonomi bergerak. Peluang emas, asal dikelola optimal. Apalagi PLBN Motaain dan Motamasin, yang jadi sentra pertumbuhan ekonomi di NTT sekaligus pemasok utama kebutuhan Timor Leste.
“Masa depan Indonesia bukan hanya Jakarta. Masa depan Indonesia berada di garis batas wilayah negara,” tegas Nurdin. “Seperti semboyan BNPP, Kita Jaga Wilayahnya, Kita Sejahterakan Rakyatnya.”
Di sisi lain, narasumber kedua, Kelompok Ahli BNPP Hamidin, membahas soal geopolitik. Ia bilang, ketegangan global sekarang ini dampaknya langsung ke ekonomi dan politik dunia. Jadi, pengelolaan perbatasan ke depan harus fokus pada penguatan ekonomi dan kerja sama bilateral. Bukan cuma soal pertahanan dan keamanan.
“Berbicara perbatasan masa depan tidak cukup hanya soal pertahanan dan keamanan. Itu penting, tetapi fokus utama adalah menghidupkan ekonomi dengan kerja sama yang setara,” ujar Hamidin.
Ia juga menyoroti pentingnya manajemen perbatasan berbasis teknologi, penguatan peran Border Liaison Officer (BLO), dan sinkronisasi antarlembaga. Pokoknya, pengelolaan harus efektif dan modern. Hamidin optimistis, dengan pengelolaan terintegrasi, dalam satu dekade ke depan kawasan perbatasan Indonesia bakal maju. Nggak kalah sama model pengelolaan dunia. “Pada akhirnya, yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat perbatasan yang semakin sejahtera,” ucapnya.
Sementara itu, narasumber ketiga, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, datang dari Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/Kostrad. Ia menjelaskan peran mereka sebagai garda terdepan. Tugasnya bukan cuma ngamanin, tapi juga kegiatan teritorial bantu masyarakat sebagai wujud kehadiran negara.
Dari pihak akademik, Dekan Fakultas Vokasi Logistik Militer Unhan RI, Marsekal Muda TNI Dr. Penny Radjendra, berharap kuliah umum ini bisa memperkaya wawasan strategis mahasiswa. Ia menilai materi yang disampaikan jadi bekal penting buat membentuk kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan, terutama di bidang logistik dan pengelolaan perbatasan. Sekaligus, membuka peluang kerja sama antara Unhan RI dan BNPP RI.
Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI, Belly Isnaeni, nambain. Lewat BNPP MENYALA, mahasiswa diharapkan nggak cuma paham peran BNPP, tapi juga punya kepedulian dan semangat berkontribusi menjaga kedaulatan NKRI.
Sebagai badan yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara ex officio, kegiatan ini jadi ruang dialog strategis. Antara BNPP, akademisi, dan generasi muda. Tujuannya? Menanamkan kesadaran bahwa kawasan perbatasan adalah beranda depan Indonesia. Dengan pengetahuan, kolaborasi, dan semangat pengabdian, generasi muda diharapkan bisa jadi motor penggerak pembangunan perbatasan. Berdaulat, maju, dan sejahtera.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Amankan 220 Kilogram Narkoba Siap Edar
Merek Mobil China Kuasai Pasar Bosnia di Tengah Lonjakan Harga BBM dan Krisis Energi
Israel Tunjuk Duta Besar Pertama untuk Somaliland, Perkuat Hubungan dengan Wilayah Pecahan Somalia
Pemuda Tewas dalam Kebakaran di Tallo, Pelaku Didiksa ODGJ Kakak Korban