JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memunculkan istilah yang cukup menohok: fase survival mode. Kira-kira begitulah gambaran kondisi Indonesia saat ini, di tengah panasnya dinamika geopolitik global.
Indonesia, kata dia, sudah masuk fase bertahan. Bukan lagi fase ekspansi atau sekadar hati-hati. Ini serius.
Ia menekankan, situasi seperti ini menuntut kewaspadaan ekstra. Disiplin dalam mengelola kebijakan ekonomi terutama fiskal jadi harga mati. Nggak bisa main-main lagi.
"Artinya kita nggak boleh main-main lagi. Artinya kalau kita nggak ada ruang atau nggak ada luxury untuk bermain-main lagi dengan segala peluang yang kita bisa buat. Kalau pajaknya main-main, hancur kita kira-kira gitu," ujarnya di gedung BPPK, Jakarta Selatan, Minggu, 26 April 2026.
Nada bicaranya tegas. Bahkan, menurut Purbaya, tidak ada lagi celah untuk program yang berjalan tidak optimal. Sebab, risiko yang mengintai cukup besar.
"Kalau programnya main-main, kita akan digiling bangsa lain. Jadi kita survival mode. Saya akan menggunakan segala cara yang ada di saya, kekuatan di saya untuk memastikan semua program-program yang dikendalikan," tegasnya.
Di sisi lain, ia juga merujuk pada keputusan presiden (keppres) soal percepatan pembangunan nasional. Ini jadi semacam payung hukum untuk langkah-langkah darurat yang akan diambil.
"Kan Pak Presiden sudah mengeluarkan keppres yang percepatan pembangunan itu. Itu kan semua diawasi nanti di satu satgas, di situ antara lain juga di situ akan masuk nanti yang dibuat di situ. Itu survival mode seperti itu," jelasnya.
Menurut sejumlah saksi di ruangan itu, penjelasan Purbaya berlangsung cukup panjang. Ia juga menyoroti soal efisiensi. Ia bilang, tidak akan membiarkan kebocoran terjadi di setiap program pemerintah. Mekanisme perpajakan dan cukai, katanya, bakal dirapikan lagi.
"Kita nggak boleh lagi membiarkan ruang-ruang inefficiency terjadi di program lain kita apalagi kalau disengaja. Jadi nanti biaya cukai, saya akan rapikan lagi. Pajak akan rapikan lagi," ujarnya.
Intinya, kata dia, Indonesia sedang tidak dalam posisi luang. Semua harus bergerak cepat, tepat, dan nggak ada ruang untuk main-main. Kalau tidak? Ya, siap-siap aja digiling bangsa lain.
Artikel Terkait
KPK Periksa Bupati Muara Enim Nonaktif Edison sebagai Tersangka Suap Pengaturan Temuan BPK
AS Serang Target Militer Iran, CENTCOM Sebut sebagai Bentuk Bela Diri
Harga Emas di Pegadaian Turun Serentak, UBS Paling Dalam Rp54.000 per Gram
Dari Desa ke Kampus: Perjalanan Anak Pedesaan Menembus Batas Akses dan Budaya demi Pendidikan Tinggi