Wabup Banyuasin Dorong Wirausaha Muda melalui Program Sultan Muda Xpora 2026

- Jumat, 24 April 2026 | 18:00 WIB
Wabup Banyuasin Dorong Wirausaha Muda melalui Program Sultan Muda Xpora 2026

Wabup Banyuasin Netta Indian (kedua dari kiri) saat menghadiri kegiatan Sultan Muda Xpora 2026 di Ballroom Sriwijaya, kantor OJK Wilayah Sumatera Selatan, Selasa (21/4/2026). (Sumber: Dok. Pemkab Banyuasin)

Kolaborasi lintas sektor lagi-lagi jadi kunci. Kali ini, untuk mendorong pertumbuhan wirausaha muda sekaligus menguatkan ekonomi daerah. Kegiatannya bernama Sultan Muda Xpora 2026, digelar di Ballroom Sriwijaya, Kantor OJK Wilayah Sumatera Selatan, Selasa (21/4/2026) lalu.

Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, hadir langsung. Ia datang bersama sejumlah jajaran perangkat daerah. Kehadirannya bukan sekadar seremonial ini bentuk dukungan nyata Pemkab Banyuasin terhadap pengembangan kewirausahaan, terutama di kalangan anak muda.

Acara ini hasil kerja sama antara OJK dan pemerintah daerah. Agendanya padat. Mulai dari peresmian ekspor produk turunan kelapa, peluncuran Sultan Muda HIPMI Card, sampai penguatan pusat kolaborasi dan akselerasi ekonomi daerah. Lumayan ambisius, tapi ya memang perlu.

Di sisi lain, ada juga rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan. Tujuannya jelas: memperkuat sinergi, biar akses keuangan di daerah makin terbuka lebar.

Ngomong-ngomong soal ekspor, Banyuasin ternyata udah punya pengalaman. Sebelumnya, daerah ini berhasil menembus pasar internasional tepatnya mengekspor produk pakan hewan peliharaan ke Filipina. Bukti kecil bahwa mereka siap bersaing di tingkat global.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, sempat menekankan pentingnya peran generasi muda. Katanya, program Sultan Muda ini langkah strategis untuk mencetak wirausahawan yang inovatif dan punya daya saing.

Wabup Banyuasin Netta Indian (ketiga dari kanan) saat berfoto bersama dalam kegiatan Sultan Muda Xpora 2026 di Ballroom Sriwijaya, kantor OJK Wilayah Sumatera Selatan, Selasa (21/4/2026). (Sumber: Dok. Pemkab Banyuasin)

Ia juga mendorong para pelaku usaha yang sudah gabung di program ini untuk jadi contoh nyata. Bukan cuma lewat narasi, tapi praktik langsung di lapangan. Biar generasi lain bisa ikut belajar, gitu.

Beberapa komoditas unggulan Sumatera Selatan turut dipamerkan. Ada arang tempurung kelapa, keripik kelapa, lada hitam, dan berbagai produk olahan lain yang udah tembus pasar ekspor. Cukup membanggakan, sebenarnya.

Harapannya, lewat kegiatan seperti ini, ekosistem kewirausahaan di daerah makin kuat. Akses pembiayaan makin terbuka. Dan tentu saja, produk-produk unggulan daerah bisa bersaing di pasar internasional. Semoga aja real, ya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar