Menhan Sjafrie Bahas Strategi Pertahanan dengan Purnawirawan TNI di Kemhan

- Jumat, 24 April 2026 | 13:40 WIB
Menhan Sjafrie Bahas Strategi Pertahanan dengan Purnawirawan TNI di Kemhan

Pagi tadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan para purnawirawan TNI di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat. Bukan sekadar kopi darat, mereka duduk bersama membahas soal strategi pertahanan. Suasananya, kata sejumlah sumber, cukup hangat.

Lokasinya di gedung Kemhan, Jumat (24/4/2026). Turut hadir juga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAL Laksamana Muhammad Ali, dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Jadi, ini semacam forum diskusi tingkat tinggi, kalau boleh dibilang.

Di sisi lain, deretan purnawirawan yang datang juga bukan kaleng-kaleng. Ada Jenderal (Purn) Wiranto, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Jenderal (Purn) Andika Muhammad Perkasa, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, dan Jenderal (Purn) Agum Gumelar. Muka-muka lama yang tentu paham betul seluk-beluk pertahanan.

Dalam paparannya, Sjafrie sempat menyampaikan sesuatu yang menurutnya penting.

"Saya akan menyampaikan satu hal esensial yang mungkin perlu diketahui oleh para sesepuh TNI, yang tentunya ini sangat berhubungan dengan strategis pertahanan," ujarnya.

Ia kemudian menekankan bahwa strategi pertahanan harus mengedepankan kepentingan nasional. Menurut dia, urusan pertahanan tidak bisa dipisahkan dari prinsip tata kelola negara. Agak berat memang, tapi begitulah kira-kira intinya.

"Strategi pertahanan negara ini juga tidak lepas daripada prinsip tata kelola negara, yaitu yang berkaitan dengan konstitusi dan juga berkaitan dengan kepentingan nasional," kata dia.

Ya, setidaknya dari pertemuan ini, terlihat ada upaya untuk merangkul para senior. Mungkin juga sekadar jalin silaturahmi, atau memang ada sesuatu yang lebih serius di balik diskusi itu. Tapi yang jelas, mereka semua sepakat satu hal: pertahanan adalah harga mati.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar