Polda Sumsel Bongkar Praktik Penyelewengan BBM Subsidi di Musi Rawas, 12 Orang Diamankan

- Kamis, 23 April 2026 | 17:45 WIB
Polda Sumsel Bongkar Praktik Penyelewengan BBM Subsidi di Musi Rawas, 12 Orang Diamankan

Sumatera Selatan Polda Sumatera Selatan akhirnya bergerak. Mereka membongkar praktik penyelewengan BBM subsidi di Kabupaten Musi Rawas, tepatnya pada Selasa, 21 April 2026 lalu. Pengungkapan ini terjadi di saat harga energi sedang meroket, dan keluhan soal kelangkaan BBM sudah terdengar di mana-mana. Jadi, bisa dibilang, ini semacam jawaban atas keresahan warga.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring, menjelaskan kronologinya. Kata dia, operasi tangkap tangan dilakukan di sebuah gudang ilegal yang terletak di Jalan Lintas Lubuk Linggau–Sorolangun. Di lokasi itu, polisi mengamankan 12 orang. Mereka sedang asyik mengelola BBM subsidi secara ilegal.

“Modusnya, mereka pakai istilah 'kencing di jalan'. Jadi, isi BBM dari mobil tangki dikurangi sebelum sampai ke SPBU,” ungkap Doni, Kamis, 23 April 2026.

BBM yang sudah dikorupsi itu kemudian ditampung di gudang. Entah dioplos atau tidak, yang jelas dijual lagi untuk cari untung. Lumayan, kan? Tapi ya itu, jelas merugikan negara dan masyarakat.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. Ada satu unit mobil tangki, puluhan tedmon berisi BBM ilegal, selang dan mesin pompa, plus lima kendaraan operasional. Lumayan banyak juga.

Doni menegaskan, tindakan ini adalah bentuk keseriusan aparat. “Kami tidak akan membiarkan praktik mafia yang merugikan negara dan masyarakat terus berlangsung. Penyelewengan BBM subsidi, terlebih di tengah kondisi kenaikan harga saat ini, adalah kejahatan serius yang menari di atas penderitaan rakyat. Kami tindak tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Menurutnya, praktik ilegal semacam ini jelas mengganggu distribusi BBM di SPBU. Dampaknya? Aktivitas ekonomi masyarakat jadi kacau. Antrean panjang di pom bensin, harga kebutuhan pokok ikut naik semua saling terkait.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, ikut angkat bicara. Ia memastikan semua tersangka sudah diamankan dan sedang diperiksa lebih lanjut.

“Polda Sumsel tegak lurus mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kami menjamin keamanan distribusi energi dan mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor ke kepolisian terdekat jika menemukan aktivitas atau gudang mencurigakan terkait distribusi BBM,” ujar Nandang.

Polisi masih terus mengembangkan kasus ini. Mereka curiga, mungkin saja ada jaringan yang lebih besar di balik semua ini. Untuk sementara, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi. Ancaman hukumannya berat, bukan main-main.

Jadi, operasi ini bukan sekadar gebrakan biasa. Ini sinyal bahwa aparat tidak main-main dengan mafia BBM. Apalagi di saat rakyat sedang susah, praktik seperti ini benar-benar keterlaluan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar