Polisi kembali menggagalkan upaya pengiriman pekerja migran ilegal. Kali ini dari sebuah rumah di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Rumah itu diduga kuat berfungsi sebagai tempat penampungan calon TKW yang akan dikirim ke Oman secara tidak sah. Dalam operasi yang digelar Rabu (22/4) lalu itu, aparat berhasil mengamankan dua orang korban dan seorang terduga pelaku.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, membenarkan hal itu pada Kamis (23/4/2026).
"Upaya pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) secara ilegal ke Oman berhasil digagalkan oleh aparat Polsek Cileungsi," ujarnya.
Semuanya berawal dari laporan warga. Masyarakat sekitar merasa curiga dengan aktivitas keluar masuk orang di rumah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim Reskrim langsung bergerak.
Begitu tiba di lokasi, mereka menemukan dua perempuan asal Karawang. Keduanya hanya diketahui berinisial W dan S. Mereka sudah siap diberangkatkan, namun tanpa prosedur yang jelas sama sekali.
Tak hanya korban, seorang pria berinisial W juga diamankan. Dia disebut-sebut sebagai adik ipar dari pelaku utama yang masih buron.
"Dalam operasi tersebut, kami juga mengamankan seorang laki-laki berinisial W yang diketahui merupakan adik ipar dari pelaku utama," sebut Edison.
Lucunya, pria ini sempat berusaha kabur. Dia bersembunyi di kamar mandi sebuah masjid tak jauh dari lokasi. Tapi usaha itu sia-sia. Polisi dengan mudah meringkusnya.
Sementara itu, otak perekrutnya, seorang pria berinisial S, berhasil menghilang. Pengejaran masih terus dilakukan.
Kedua calon TKW itu lalu dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Dari pemeriksaan, terungkap bahwa mereka direkrut oleh sponsor dengan janji kerja di luar negeri. Namun faktanya, situasinya jauh dari prosedur resmi.
Mereka sama sekali tidak mendapat pelatihan. Tidak tahu kantor perekrutnya di mana. Bahkan, tidak kenal siapa penanggung jawabnya. Dokumen administrasi yang sah? Jangan ditanya, tidak ada sama sekali.
Setelah proses pemeriksaan selesai, kedua perempuan itu akhirnya bisa kembali ke keluarga mereka. Edison pun mengingatkan, berhati-hatilah dengan iming-iming kerja ke luar negeri yang terlalu mudah. Pastikan semua aturan dan dokumennya jelas, jangan sampai jadi korban penipuan serupa.
Artikel Terkait
Bocah 12 Tahun di Tasikmalaya Meninggal Usai Digigit Ular Weling
Kenaikan BBM Nonsubsidi Picu Ancaman Migrasi dan Bocornya Subsidi
Karantina Banten Musnahkan Ribuan Ton Gulma Invasif dari Impor Gandum Australia
FIFA Umumkan Hadiah Fantastis Rp 11,5 Triliun untuk Piala Dunia 2026