Suasana duka menyelimuti Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Tasikmalaya. Seorang bocah berusia 12 tahun, DK, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Bandung, Rabu (22/4) lalu. Penyebabnya adalah gigitan ular weling yang ia alami sebelumnya.
Menurut keterangan keluarga, DK sempat berjuang selama beberapa waktu. Ia menjalani perawatan intensif, berpindah dari RSUD KHZ Musthafa ke sebuah rumah sakit swasta di Bandung. Sayangnya, upaya itu tak cukup untuk menyelamatkan nyawanya.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyampaikan rasa duka yang mendalam.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami atas nama pribadi dan pemerintah turut berbela sungkawa. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucapnya.
Di sisi lain, Camat Padakembang Dadan memastikan proses pemakaman telah dilaksanakan. Jenazah DK dikebumikan pada Rabu malam itu juga, dalam prosesi yang penuh keharuan.
"Ia langsung dimakamkan tadi malam. Masyarakat turut mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya," kata Dadan. Ratusan warga hadir, mengiringi kepergian sang bocah.
Kabar meninggalnya DK ini tentu menjadi pukulan berat, terutama bagi sang ayah, Andis Kuswara. Ia menceritakan perjuangan anaknya selama dirawat. Peristiwa ini mengingatkan kita semua akan bahaya yang bisa datang dari lingkungan sekitar, sekaligus betapa rapuhnya sebuah kehidupan.
Artikel Terkait
Kemensos Buka 5.127 Formasi PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat 2026
Bidan RSUD Besuki Tewas Dibunuh Suami, Pelaku Serahkan Diri ke Polda Jatim
Belanja Daring Makin Dominasi Gaya Hidup, INFOBRAND Forum 2026 Soroti Strategi Marketplace Bertahan di Tengah Persaingan Digital
Penjaga Pantai Italia Temukan 10 Jenazah Migran Akibat Kecelakaan Kapal di Perairan Malta