Lanskap Ibu Kota Nusantara yang masih dipenuhi deru mesin dan kerangka baja, perlahan mulai menunjukkan wujudnya. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyempatkan diri berkunjung ke lokasi calon Gedung MPR, Senin lalu. Hasil kunjungannya? Ia terkesan, bahkan optimis.
Bagi Muzani, kontur alam IKN yang berbukit-bukit justru menjadi nilai tambah. “Geografis dan kontur lokasinya sangat bagus,” ujarnya dalam keterangan tertulis Selasa (21/4/2026).
Ia menggambarkan, bukit-bukit indah yang mengelilingi lokasi akan membuat gedung parlemen itu tampak megah. Lebih dari sekadar megah, desainnya dinilainya mampu menggambarkan keindonesiaan yang kokoh dan utuh.
“Saya kira itu menggambarkan tentang Indonesia,” katanya singkat namun penuh keyakinan.
Tak cuma soal filosofi dan pemandangan, Muzani juga punya harapan konkret. Gedung yang masih dalam pembangunan ini diharapkannya bisa memberi kenyamanan sekaligus suntikan semangat baru bagi para anggota DPR dan DPD yang juga merupakan anggota MPR dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Di sisi lain, ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada laju pembangunan infrastruktur di IKN. Perkembangannya dalam setahun terakhir disebutnya signifikan. “Kami melihat percepatan yang luar biasa. Dulu masih banyak yang direncanakan, sekarang sudah berdiri,” tutur Muzani.
Ia menyebutkan sejumlah contoh, mulai dari bandara, Istana Wakil Presiden, hingga masjid yang katanya sudah bisa dinikmati masyarakat. Optimisme itu membawanya pada sebuah prediksi.
“Mungkin pada 2028 kita akan menyaksikan gedung legislatif dan yudikatif dengan kemegahan yang sama. Kita tunggu dua tahun ke depan,” kata Muzani penuh harap.
Desain gedung yang dimaksud, menurutnya, telah mendapat lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto. Desain yang diajukan Otorita IKN ini disebutnya sebagai representasi arsitektur ketatanegaraan Indonesia; megah dan punya karakter kuat.
Pernyataan senada datang dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Ia menegaskan filosofi desain gedung MPR memang kuat, sesuai arahan Presiden Prabowo.
“Filosofi desain bangunan MPR adalah bahwa dalam mengurus negara harus tegas, lurus, dan berwibawa. Dari gedung inilah akan dihasilkan keputusan-keputusan besar negara,” jelas Basuki.
Sebagai penutup kunjungan kerjanya, Muzani pun menorehkan testimoni di atas spanduk yang mencatat proses pembangunan kawasan MPR. Sebuah cap dukungan, di tengah tanah yang sedang berubah.
Artikel Terkait
DPR Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Gempa 6,0 SR Guncang Timor Tengah Utara, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Jaksa Agung Apresiasi Peran Desa dalam Penegakan Hukum dan Transparansi Dana
Sistem Antrean Haji Indonesia Jadi Rujukan Studi Banding Negara Muslim Lain