Minggu malam (19/4) lalu, suasana di Desa Cimandala, Sukaraja, Bogor, berubah riuh. Hujan deras mengguyur kawasan itu tanpa henti dalam waktu yang lama, dan akibatnya sungai tak mampu lagi menahan beban. Aliran Sungai Ciluar pun akhirnya meluap, menerjang permukiman warga yang berdekatan.
Menurut M Adam Hamdani dari BPBD Kabupaten Bogor, luapan air itu merendam ratusan rumah dalam sekejap. Kejadiannya memang cepat, tapi dampaknya cukup luas.
"Disebabkan hujan yang cukup lama, sehingga mengakibatkan Sungai Ciluar meluap ke pemukiman,"
kata Adam, Senin (20/4/2025).
Dia menjelaskan, banjir itu fokus melanda Kampung Rawa Kalong. Tercatat empat RT dari dua RW yang terendam, dengan total rumah terdampak mencapai 657 unit. Rinciannya cukup detail.
"Korban terdampak di RT 04, 08, 09/05 sebanyak 134 KK (kartu keluarga) berisi 547 jiwa dan di RT 05/04 sebanyak 40 KK berisi 120 jiwa,"
jelasnya lagi.
Untungnya, dari semua laporan yang masuk, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski begitu, kerugian material jelas ada. Bahkan sebuah masjid yang menjadi fasilitas umum warga ikut terdampak luapan air.
Namun begitu, ada kabar baik di pagi hari. Adam menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa kondisi air sudah mulai mereda.
"Kondisi saat ini (Senin pagi) banjir sudah surut,"
pungkasnya.
Artikel Terkait
Surabaya Gerakkan 12.000 ASN dan Pemuda Dampingi 1.361 RW Lewat Kampung Pancasila
Halalbihalal Pawitandirogo Jadi Ajang Sinergi Pembangunan Eks-Karesidenan Madiun
Banjir Rendam 20 RT di Jakarta Timur, Bidara Cina Terparah
Warga Indonesia Tewas Ditikam di Jerman, Tetangga Satu Gedung Ditahan