Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, rupanya mendapat 'pelajaran' berharga dari para penggemar BTS. Pasalnya, keinginannya untuk menggelar konser grup musik Korea Selatan itu di Jakarta International Stadium (JIS) justru bikin para ARMY sebutan untuk fans BTS geram. Kini, Pramono memilih mundur dan bersedia jika konser akhirnya diadakan di Gelora Bung Karno (GBK).
Cerita ini ia sampaikan saat menghadiri acara Halal Bi Halal bersama Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITB di Jakarta Selatan, Minggu lalu. Dalam kesempatan itu, ia sempat menyebut sederet konser besar yang akan hadir tahun ini.
"Di tahun ini akan ada beberapa konser besar ada Guns N' Roses, kemudian Metallica, ada The Weeknd," ujarnya.
Lalu ia berhenti sejenak, sebelum melanjutkan dengan nada setengah bercanda, "tapi yang ini saya nggak berani ngomong."
Yang ia maksud, tentu saja, BTS. Pramono mengaku sempat punya keinginan kuat untuk membawa mereka tampil di JIS. Tapi niat itu langsung dibalas dengan 'serangan' dari para ARMY di media sosial.
"Karena kemarin saya bilang saya mau BTS-nya main di JIS, waduh ARMY-nya marah semua sama saya," katanya sambil tertawa.
Tekanan bahkan datang dari dalam rumah sendiri. Anaknya yang juga seorang ARMY langsung menegur. "Udah lah bapak biar mainnya di GBK aja," begitu kira-kira kata sang anak.
Mendengar itu, Pramono pun menyerah. "Kali ini saya ngalah. Kalau main di GBK juga nggak apa-apa," ucapnya.
Lebih jauh, ia berjanji tak akan lagi ikut campur soal lokasi. Keputusan sepenuhnya ia serahkan kepada penyelenggara. Rupanya, teguran dari anaknya itu cukup efektif.
"Sampai saya bangun tidur diketok pintu saya 'Dad, ngapain ngurusin ARMY? Sudahlah biar yang ARMY bisa menikmati'," cerita Pramono menirukan anaknya.
"Saya bilang 'oke deh mulai hari ini Bapakmu tidak statement lagi'. Jadi menyerahkan kepada Gusti Allah," tambahnya, mengakhiri cerita dengan gelak tawa.
Sebelumnya, dalam acara Musrenbang di Balai Kota, Kamis (16/4), semangatnya masih membara. Saat itu ia mengaku sedang berjuang keras agar JIS bisa menjadi tuan rumah. "Yang saya belum berhasil itu betul-betul saya pengen BTS main di sana (JIS). Ini lagi fight untuk apakah di JIS atau di GBK," kata Pramono waktu itu.
Meski dua lokasi itu sama-sama di Jakarta, ia punya alasan sendiri. Baginya, menghadirkan konser kelas dunia seperti ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah strategi untuk mendongkrak citra Jakarta di mata internasional.
Menurut Pramono, acara berskala global bisa mengubah persepsi. Jakarta tak lagi dilihat hanya sebagai kota bisnis yang serius, tapi juga punya daya tarik wisata yang kuat. Fakta di lapanan sepertinya mendukung. Tren kunjungan wisatawan ke Jakarta menunjukkan peningkatan durasi tinggal yang signifikan.
Dulu, rata-rata wisatawan hanya singgah 1 sampai 1,5 hari. Kini, angka itu merangkak naik hampir mencapai 3 hari. "Kenapa itu terjadi? Karena mereka merasa bahwa di Jakarta bukan semata-mata kota bisnis tetapi juga menjadi kota wisata," pungkasnya.
Dan salah satu magnet terbesarnya, saat ini, adalah wisata belanja.
Artikel Terkait
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab Imbas Ketegangan Selat Hormuz
Anak Tega Bakar Rumah Orang Tua di Deli Serdang Gara-gara Cekcok
Harga BBM Nonsubsidi Naik, DKI Siapkan Langkah Dorong Masyarakat Beralih ke Transportasi Umum
Spanyol, Meksiko, dan Brasil Desak AS Buka Dialog dengan Kuba Atasi Krisis