Rekor baru tercipta di Haikou pekan ini. Pameran Produk Konsumen Internasional China (CICPE) yang keenam ini bukan sekadar acara biasa. Ini adalah ajang internasional besar pertama sejak Hainan sepenuhnya meluncurkan operasi kepabeanan khusus di seluruh pulau, sebagai bagian dari Pelabuhan Perdagangan Bebas atau Free Trade Port (FTP). Suasana di lokasi pameran pun terasa berbeda, lebih global.
Angkanya berbicara. Dari total produk yang dipajang, 65 persen di antaranya adalah barang internasional. Bayangkan, lebih dari 3.400 merek dari 60 negara dan kawasan memenuhi arena. Data ini dirilis dalam acara China Economic Roundtable yang dipandu Xinhua. Tren global ini bahkan lebih kentara di sub-tempat pameran di Sanya.
Menurut Zeng Rong, kepala ekonom biro pengembangan ekonomi internasional Hainan, sekitar 70 persen kapal pesiar yang dipamerkan di sana berasal dari merek-merek internasional.
Yang menarik, pameran tahun ini benar-benar merangkum era digital. Banyak agensi MCN ternama dan platform e-commerce besar beraksi langsung di lokasi. Mereka melakukan pengadaan dan penjualan melalui siaran langsung. Untuk mendukung hal ini, panitia bahkan mendirikan pusat layanan pembeli untuk pertama kalinya. Layanan ini memanfaatkan kebijakan preferensial FTP Hainan, tentunya.
"Target kami lewat pameran ini jelas," ujar Zeng Rong.
"Kami ingin menghadirkan produk-produk berkualitas dunia ke China. Sekaligus, menjadikan Hainan sebagai panggung debut global bagi lebih banyak merek internasional."
Dukungan tak cuma datang dari panitia. Otoritas bea cukai setempat juga turun tangan dengan meluncurkan 16 langkah pendukung. Langkah-langkah ini mencakup segalanya, mulai dari pengurusan barang pameran, layanan regulasi, hingga penyederhanaan prosedur. Bagi pengunjung asing, ada kabar baik: kebijakan pengembalian pajak keberangkatan yang lebih menguntungkan juga diumumkan.
Mekanisme pendukung seperti inilah yang terus disempurnakan. Kuang Xianming, Wakil Presiden Institut Reformasi dan Pembangunan China, melihat korelasi yang erat. Menurutnya, peningkatan dukungan kelembagaan untuk CICPE didorong oleh reformasi FTP Hainan yang kian mendalam.
"Efektivitas pameran ini pasti akan terus naik seiring dengan perluasan keterbukaan Hainan," tegas Kuang.
Ia menambahkan, Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan punya potensi perkembangan yang sangat luas. "Prospeknya benar-benar menjanjikan," katanya.
Memang, momentum FTP Hainan sedang kuat-kuatnya. Operasi kepabeanan khusus yang mencakup seluruh pulau diluncurkan pada Desember 2025. Kebijakan inilah yang memungkinkan arus barang bergerak dengan lebih bebas di Hainan. Dan dampaknya nyata.
Dalam 100 hari pertama sejak peluncuran, catatan bea cukai setempat menunjukkan kemajuan pesat. Bea masuk impor yang dibebaskan mencapai nilai 271 juta yuan. Lebih dari 70 ribu bisnis baru bermunculan. Yang tak kalah menggembirakan, pendaftaran perusahaan asing melonjak 30 persen. Sebuah awal yang solid untuk babak baru Hainan.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Gunakan Drone ETLE untuk Awasi Lalu Lintas Kemala Run 2026 di Gianyar
Getaran Misterius Guncang Tiga Blok di Desa Cipanas Cirebon, Warga Panik
NEXT Indonesia Center: Ekonomi 2026 Masih Berpeluang Tumbuh di Atas 5 Persen
Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu Ancam Ekosistem Perairan Indonesia