Operasi penggeledahan KPK terkait kasus Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, terus berlanjut. Kali ini, tim penyidik menyasar empat lokasi berbeda dalam satu hari. Rumah pribadi sang bupati di Surabaya pun tak luput dari pemeriksaan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membeberkan rinciannya kepada awak media pada Jumat (17/4/2026).
"Hari ini penyidik kembali melakukan rangkaian kegiatan penggeledahan di empat lokasi," ujar Budi.
"Yang pertama di kantor Sekda, termasuk ruangan pengadaan barang dan jasa dan juga ruangan Bupati. Kemudian di kantor dinas PU," lanjutnya.
"Yang ketiga di kantor BPKAD dan yang keempat di rumah pribadi bupati dan juga keluarga yang berlokasi di Surabaya."
Menurut Budi, aksi hari ini merupakan kelanjutan dari geledah sejak hari pertama operasi tangkap tangan (OTT) digelar. Total, sudah tujuh lokasi yang diperiksa. "Kita akan lihat perkembangannya. Apakah masih akan ada rangkaian kegiatan penggeledahan berikutnya, kita tunggu," pungkasnya. Ia berjanji akan memberikan update secara berkala.
Dari penggeledahan terbaru ini, KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yang paling mencolok adalah uang tunai senilai Rp 95 juta. Tak hanya itu, penyidik juga menyita berbagai dokumen yang diduga terkait dengan proses pengadaan dan penganggaran di Pemkab Tulungagung.
Untuk dokumen dan barang elektronik yang disita, tim akan melakukan ekstraksi dan analisis mendalam terlebih dahulu.
Sebelumnya, pada Kamis (16/4), KPK sudah lebih dulu menggeledah tiga tempat. Rumah dinas bupati, rumah pribadi Gatut Sunu Wibowo sendiri, hingga kediaman ajudannya, Dwi Yoga Ambal, digrebek.
Dan dari sana, ditemukan satu barang bukti yang cukup unik: surat pengunduran diri untuk kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak bertanggal.
"Surat pernyataan inilah yang diduga menjadi 'alat tekan' Bupati kepada para OPD agar patuh atas semua perintahnya," jelas Budi.
Secara keseluruhan, rangkaian penggeledahan ini bertujuan mengumpulkan bukti pendukung untuk kasus pemerasan yang menjerat Gatut. KPK juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Tulungagung selama penyelidikan berlangsung. Perkembangan kasus ini, tentu saja, masih akan terus diungkap ke publik.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Dharma Santi, Ajak Perkuat Persaudaraan
Pemerintah Buka Rekrutmen 30.000 Manajer Koperasi Berstatus BUMN
Trump Apresiasi Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, Tapi Blokade AS Tetap Berlaku
Jembatan Peninggalan Belanda di Klaten Hidup Kembali Setelah 13 Tahun