Lombok Tengah – Progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Lombok Tengah, NTB, terus bergulir. Hingga April 2026 ini, angka realisasinya sudah menyentuh 54 persen. Kabar ini datang langsung dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM setempat, Muhammad Ikhsan.
Dari total 150 desa di kabupaten ini, sebanyak 71 di antaranya sudah menjalankan pembangunan koperasi. Cukup signifikan, bukan? Namun begitu, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Menurut Ikhsan, masih ada 19 desa yang belum bisa memulai pembangunan. Kendalanya beragam, mulai dari urusan lahan sampai administrasi. “Sebagian besar adalah desa pemekaran,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia punya harapan besar. Targetnya, seluruh desa di Lombok Tengah bisa menyelesaikan pembangunan koperasi ini sebelum tahun 2026 berakhir.
Di sisi lain, ceritanya agak berbeda di Desa Segala Anyar. Kepala desanya, Ahmad Zaeni, mengaku progres di wilayahnya masih sekitar 20 persen saja.
“Sempat sudah jalan sampai tahap tembok,” katanya. Tapi ternyata, ada yang tidak sesuai spesifikasi. Mau tak mau, bagian yang sudah dibangun itu harus dibongkar ulang. Kini, proses pembangunan sedang dilakukan lagi dari awal.
Zaeni punya harapan yang konkret untuk koperasi desanya nanti. Ia ingin lembaga ini bisa benar-benar memenuhi kebutuhan warganya, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.
“Kami berharap koperasi ini bisa memenuhi kebutuhan warga, terutama pupuk,” tuturnya. Baginya, ketersediaan pupuk yang terjangkau adalah salah satu kunci untuk meringankan beban para petani di desanya.
Nah, bagaimana dengan desa-desa lainnya? Perjalanan memang belum selesai, tapi angka 54 persen itu setidaknya memberi sinyal yang positif. Semoga saja, kendala di lapangan bisa segera teratasi dan harapan para kepala desa serta petani itu tidak terlalu lama menunggu realisasinya.
Artikel Terkait
Netanyahu Setujui Gencatan Senjata 10 Hari dengan Lebanon, Pasukan Israel Tetap di Zona Keamanan
Indonesia Siap Ekspor Pupuk Urea ke India, Pastikan Stok Dalam Negeri Aman
Messi Resmi Jadi Pemilik Klub Divisi Lima Spanyol, UE Cornellà
Ketua Ombudsman Ditahan, Tersangka Suap Rp1,5 Miliar Terkait Nikel