Panglima TNI: Seluruh Kontingen Garuda di Lebanon Akan Pulang Mei 2026

- Rabu, 15 April 2026 | 23:15 WIB
Panglima TNI: Seluruh Kontingen Garuda di Lebanon Akan Pulang Mei 2026

Di sela-sela acara MUI di Hotel Sultan, Rabu lalu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan kabar terbaru soal penugasan pasukan di Lebanon. Menurutnya, seluruh kontingen TNI dalam misi UNIFIL itu akan kembali ke tanah air pada Mei 2026 mendatang. "Mei, Mei memang sudah habis," ucap Agus dengan singkat.

Ia juga menyentuh kondisi prajurit yang sebelumnya terluka dalam tugas. Kabar baiknya, keadaan sang prajurit sudah mulai menunjukkan perbaikan. "Ada yang sudah membaik," katanya.

Soal proses pemulangan, Jenderal Agus memastikan bahwa prajurit tersebut sedang diatur kepulangannya ke Jakarta. Tujuannya jelas: untuk mendapat perawatan yang lebih lanjut. "Alhamdulillah segera dikembalikan ke Jakarta untuk perawatan," tuturnya. "Yang satu orang ya, ini sudah sedang cari tiketnya untuk kembali," imbuh dia, memberikan penekanan.

Latar belakang pernyataan ini tentu tak bisa dilepaskan dari insiden memilukan yang terjadi akhir Maret lalu. Sebelumnya, PBB telah merilis temuan awal penyebab gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.

Menurut juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, satu prajurit gugur akibat proyektil tank. "Berdasarkan bukti yang tersedia... proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel," jelas Stephane dalam jumpa pers, Rabu (8/4).

Sementara itu, nasib berbeda menimpa dua prajurit lainnya. Menurut investigasi PBB, mereka gugur akibat ledakan bom rakitan atau IED. Stephane menyebut, perangkat peledak itu kemungkinan besar dipasang oleh kelompok Hizbullah.

"Investigasi menilai, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah," paparnya lebih lanjut. Temuan ini sekaligus menggambarkan kompleksitas dan risiko tinggi yang dihadapi pasukan perdamaian di medan tugas tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar