Tim SAR Evakuasi 109 Warga Terdampak Banjir Bandar Lampung

- Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB
Tim SAR Evakuasi 109 Warga Terdampak Banjir Bandar Lampung

Malam itu, Selasa 14 April 2026, Bandar Lampung diguyur hujan lebat tak henti sejak sore. Genangan air dengan cepat berubah menjadi banjir yang menggenangi sejumlah permukiman. Dalam situasi genting itu, tim SAR gabungan bergerak cepat. Hasilnya, 109 warga yang terdampak berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Operasi penyelamatan itu, meski berjalan lancar, ternyata tidak mudah. Banyak kendala dihadapi tim di lapangan.

"Banyaknya titik banjir membuat waktu tempuh tim menjadi lebih lama. Selain itu, akses menuju lokasi juga cukup sulit karena beberapa ruas jalan tertutup genangan air,"

kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah, menjelaskan situasi yang dihadapi.

Laporan pertama datang sekitar pukul sembilan lewat seperempat malam. Sumbernya dari Ketua Forum Rescue Relawan Lampung, Aris, yang melaporkan kondisi darurat di Jalan Abimanyu, Kelurahan Jagabaya I. Kawasan itu disebut-sebut sebagai salah satu yang terparah, butuh evakuasi segera. Tak lama berselang, tepatnya pukul 21.30 WIB, tim rescue sudah bergerak.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar satu jam. Begitu tiba, koordinasi langsung dilakukan. Proses evakuasi pun dijalankan bertahap, tidak hanya di Jalan Abimanyu. Tim juga menyisir titik-titik rawan lain seperti Jalan Citra Gang Man Antasari, Jalan Pangeran Antasari Gang Persada di Kecamatan Kedamaian, serta Gang Karawang di Bumi Waras. Mereka tak hanya mengevakuasi, tapi juga berjaga, memantau kalau-kalau ada laporan tambahan dari warga.

Operasi besar-besaran ini melibatkan banyak pihak. Ada Tim Rescue Kansar Lampung, Damkar Kota Bandar Lampung, BPBD setempat, personel Sabhara Polda Lampung, ditambah relawan dari Forum Rescue Relawan Lampung dan tentu saja warga sekitar. Kerja sama mereka yang solid jadi kunci utama.

Pukul 02.25 dini hari, Rabu 15 April, operasi akhirnya dihentikan. Saat itu, air sudah mulai surut dan hujan juga telah reda. Tim memastikan tidak ada lagi warga yang terjebak dan membutuhkan pertolongan darurat.

Meski situasi sudah mereda, kewaspadaan tetap harus dijaga. Basarnas Lampung mengingatkan, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir masih mengancam. Cuaca di Lampung, kata mereka, masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diharapkan terus siaga.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar