Di sisi lain, pujiannya mengalir deras. Ia melihat kedua nelayan muda ini tak sekadar menjaga satwa, tapi juga melestarikan kearifan lokal yang hampir pudar. Budaya turun-temurun itu, bagi Dedi, sesuatu yang langka dan patut diacungi jempol.
Lalu, bagaimana cerita dari pihak nelayan? Salah satunya menjelaskan dengan sederhana.
"Kalau sebenarnya dari turun-temurun begitu, Pak. Sudah menjadi adat. Jika dilepas, rezekinya akan bertambah. Tapi kalau dibawa pulang, akan ada balanya," kata nelayan tersebut.
Penjelasan singkat itu langsung disambut apresiasi dari Dedi Mulyadi. "Hebat loh, Anda bisa jaga turun-menurun," pujinya.
Pertemuan itu pun ditutup dengan pesan yang jelas. "Jadi saya mengucapkan terima kasih. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah menjaga laut, saat dapat hiu dilepaskan," pesan KDM.
Memang, kedatangan kedua nelayan ini ke kantor Gubernur Jabar berawal dari video TikTok yang meledak. Durasi videonya cuma sekitar dua menit, tapi dampaknya besar. Membuktikan, kadang kisah sederhana dari pinggir pantai bisa menyentuh banyak hati, bahkan sampai ke mebi seorang gubernur.
Artikel Terkait
Hari Kartini 2026 Jatuh pada 21 April, Bukan Hari Libur Nasional
Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, TPP Dipotong Paksa Bayar Kredit Macet
Polri Bentuk Satgas Haji, Fokus Berantas Praktik Ilegal dan Lindungi Jemaah
Tokoh dan Ulama Indonesia Serukan Perdamaian Timur Tengah untuk Jamin Keamanan Haji 2026