Dia melanjutkan penjelasannya dengan lebih rinci. Pada lokomotif diesel seri CC 201 atau 203, ada yang namanya "notch" sebuah pengatur tingkat tenaga dari level 1 sampai 8. Nah, kalau peningkatan notch ini dilakukan secara mendadak dan tidak bertahap, bisa memicu pembakaran yang kurang optimal di dalam mesin. Hasilnya? Muncul lah percikan api sesaat itu dari cerobong, persis seperti yang terekam kamera warga.
Namun begitu, Mahendro menegaskan bahwa kejadian ini bersifat sementara. Cuma sebentar. Tidak ada dampaknya terhadap keselamatan operasional kereta api maupun penumpang di dalamnya. Operasional perjalanan tetap berjalan normal dan aman.
"Kami memastikan bahwa seluruh perjalanan kereta api tetap berjalan dengan aman," ujarnya lagi.
Dia juga menambahkan bahwa para masinis sudah terlatih dan berkompeten untuk menangani situasi teknis semacam ini. Jadi, masyarakat tak perlu cemas. Lokomotif yang mengeluarkan api itu hanyalah bagian dari dinamika kerja mesin diesel tua, bukan pertanda malapetaka.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Klaim Menkes Soal Layanan Peserta BPJS Nonaktif
KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Terkait Kasus Suap Proyek Ijon
BPJS Kesehatan Gulirkan Delapan Program Quick Wins untuk Respons Cepat Keluhan Peserta
Probolinggo Uji Coba Sistem Tiket Online untuk Masuk Kawasan Bromo