Di sisi lain, Gus Ipul menegaskan semua proses tetap berpedoman pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sasaran utamanya tetap keluarga di desil 1 dan 2, yang paling membutuhkan.
"Siapa yang menjadi sasaran? Mereka adalah keluarga paling tidak mampu. Anak-anak yang belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah,"
jelasnya tegas.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran di lapangan untuk bekerja sesuai prosedur. Integritas jadi hal utama.
"Sesuai arahan Presiden tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada suap menyuap, dan tidak boleh ada praktik KKN,"
tegas Gus Ipul sekali lagi.
Kemensos pun membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi. Tujuannya jelas, agar proses ini transparan dan benar-benar tepat sasaran. Jika berjalan baik, program Sekolah Rakyat bukan cuma sekadar memberi akses pendidikan. Lebih dari itu, ia bisa menjadi salah satu cara memutus lingkaran kemiskinan yang sudah berputar terlalu lama.
Artikel Terkait
Sidang Ungkap Sertifikat Laik Fungsi Gedung Terra Drone Kedaluwarsa Sejak 2020
Potensi Laut Indonesia Besar, Namun Kesejahteraan Nelayan Masih Tertinggal
Saksi Ungkap Alarm Bisu dan Akses Tunggal dalam Kebakaran Maut PT Terra Drone
Trump Kembali Serang Paus Leo XIV Soal Iran, Paus Pilih Tak Berdebat