Dari sisi ekonomi, dampaknya cukup signifikan. Investasi senilai Rp1,5 triliun ini diproyeksikan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja di pertengahan 2026. Material dan tenaga kerjanya pun mayoritas diambil dari dalam Jawa Barat, sehingga uangnya berputar di lokal.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, juga memberi dukungan penuh.
Proyek ambisius ini adalah hasil kolaborasi. HWB Group bekerja sama dengan Lippo Cikarang dan pengembang lokal, Iwang Prejadi. Sinergi seperti ini dinilai bisa memberdayakan pengusaha daerah dalam proyek berskala nasional.
Perwakilan Lippo Cikarang, Ketut Wijaya, melihat kolaborasi ini sebagai model kemitraan yang bagus.
Sementara Iwang Prejadi mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan.
Di lapangan, respons masyarakat ternyata positif. Seperti Ina Tiya, seorang pekerja pabrik, yang mengaku tak pernah menyangka bisa punya rumah sendiri dengan harga segitu. Perasaan serupa diungkapkan Sunarsih dan Talita Yulia Fadila. Bagi mereka, proyek ini adalah peluang konkret untuk mengubah hidup menjadi lebih baik.
Jadi, proyek di Purwakarta ini bukan cuma tentang tembok dan atap. Lebih dari itu, ini tentang memberikan fondasi yang kokoh untuk mimpi banyak orang.
Artikel Terkait
DPR Soroti Blokade AS di Selat Hormuz, Peringatkan Risiko Eskalasi Global
Menteri Bappenas Soroti Inovasi Bahan Bakar Sawit dari Kampus untuk Dukung B50
Tiang Kabel Optik Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Terganggu
Barcelona Tumbang, Atletico Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions