Gangguan tak berhenti di situ. Di lokasi lain, tepatnya di Jalan Letda Nasir, Cibubur Country, sebuah pohon tumbang dan menimpa mobil yang sedang terparkir. Lagi-lagi, angin kencang dan hujan lebat jadi biang keroknya.
Adam menyebutkan, "Disebabkan hujan intensitas tinggi disertai angin kencang, mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa satu unit kendaraan roda empat yang terparkir di lokasi."
Cuaca ekstrem itu rupanya juga mengusik aktivitas belajar. Di Desa Bojong Nangka, atap salah satu kelas di SDIT Annahl, milik Yayasan Bina Qur'ani, tersapu angin. Ruang kelas itu pun rusak dan tak bisa dipakai.
"Terjadi angin kencang di Desa Bojong Nangka saat hujan berlangsung. Akibatnya, satu unit kelas di Sekolah Annahl terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap. Tidak ada korban luka maupun jiwa," ujar Adam.
Menurut penjelasannya, kejadian ini murni dipicu cuaca yang memang sedang tidak bersahabat. "Kejadian angin kencang dipicu oleh cuaca ekstrem, berupa hujan disertai angin kencang yang cukup lama. Untuk saat ini, satu ruangan kelas tidak bisa ditempati. Kerusakan pada bagian atap ruang kelas 1 terbawa angin kencang," tutupnya.
Begitulah. Dalam sekejap, cuaca buruk mengubah suasana, meninggalkan kerusakan dan kekhawatiran di beberapa sudut Gunung Putri.
Artikel Terkait
DPR Soroti Blokade AS di Selat Hormuz, Peringatkan Risiko Eskalasi Global
Menteri Bappenas Soroti Inovasi Bahan Bakar Sawit dari Kampus untuk Dukung B50
Tiang Kabel Optik Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Terganggu
Barcelona Tumbang, Atletico Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions