Di sisi lain, respons positif ini diamati dengan saksama oleh para analis. Senior Market Chartis Nafan Aji Gusta melihatnya sebagai hasil dari konsistensi reformasi. Ia memberi contoh, FTSE Russell ternyata masih mempertahankan Indonesia dalam kategori secondary emerging market. Itu bukan hal sepele.
“Ini langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal kita,” ujar Nafan dalam keterangannya, Selasa lalu.
Menurutnya, kunci utamanya ada pada konsistensi eksekusi. Kalau kebijakan yang sudah dirancang bisa dijalankan terus-menerus, transparansi pasti meningkat. Alhasil, minat investor global pun akan ikut terdongkrak.
“Posisi kita sebagai emerging market bisa terjaga, bahkan berpeluang naik kelas nantinya,” tambahnya.
Ia juga mencatat satu hal: IHSG mulai menguat justru di tengah ketidakpastian global. Artinya, pasar sedang memberi respons yang positif terhadap arah kebijakan yang ditempuh.
Jadi, apa arti semua ini? Dengan reformasi struktural yang berjalan dan respons pasar yang semakin solid, prospek pasar modal Indonesia terlihat makin menjanjikan. Baik di mata investor dalam negeri, maupun yang dari mancanegara. Situasinya memang belum sempurna, tapi setidaknya langkah awal ini memberi harapan.
Artikel Terkait
DPR Soroti Blokade AS di Selat Hormuz, Peringatkan Risiko Eskalasi Global
Menteri Bappenas Soroti Inovasi Bahan Bakar Sawit dari Kampus untuk Dukung B50
Tiang Kabel Optik Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Terganggu
Barcelona Tumbang, Atletico Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions